Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Pengawasan Institusional yang Penting untuk Diketahui

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh pengawasan institusional. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh pengawasan institusional. Sumber: pexels.com

Pengawasan merupakan salah satu tahapan yang penting dalam setiap institusi. Oleh karena itulah, setiap negara selalu memiliki badan pengawasan yang bertugas untuk mengawasi instansi atau organisasi di bawahnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui contoh pengawasan institusional.

Hal ini karena kegiatan pengawasan sebenarnya sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, dengan mengetahui contoh penerapannya secara langsung, maka dapat menambah pengetahuan seseorang.

Pengertian dan Contoh Pengawasan Institusional

Ilustrasi contoh pengawasan institusional. Sumber: pexels.com

Mengutip dari laman inspektorat.sulbarprov.go.id, pengertian pengawasan ialah sebuah proses untuk memastikan bahwa semua aktivitas yang terlaksana telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Tentunya ada banyak alasan yang dapat menentukan penyebab kegagalan suatu organisasi atau keberhasilan organisasi tersebut. Namun, masalah yang selalu berulang dalam semua organisasi yang dinilai gagal adalah tidak atau kurang adanya pengawasan yang memadai.

Dari permasalahan tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa pengawasan menjadi bagian yang penting dan krusial dalam sebuah instansi. Oleh karena itulah, proses implementasinya harus dilakukan dengan maksimal.

Adapun menurut Komaruddin, pengawasan adalah kegiatan yang berhubungan dengan perbandingan antara pelaksana aktual rencana dan langkah awal perbaikan terhadap penyimpangan dan rencana yang berarti.

Sedangkan menurut Winardi, pengawasan adalah semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan.

Adapun beberapa contoh pengawasan institusional yang penerapannya sangat familier di Indonesia adalah sebagai berikut.

  • Pengawasan oleh OJK terhadap bank-bank yang beroperasi di Indonesia

  • Pengawasan institusi BPOM terhadap perusahaan farmasi.

  • Pengawasan represif yang dilakukan pada akhir tahun anggaran, di mana anggaran yang sudah ditentukan akan disampaikan laporannya.

Baca Juga: Pengertian Represif, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Berdasarkan ulasan dan contoh pengawasan institusional di atas, bisa disimpulkan bahwa pengawasan adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk memantau, mengukur, dan jika perlu, dilakukan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan, sehingga apa yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Semoga informasi di atas dapat membantu dan menambah wawasan pembaca terkait dengan tahapan pengawasan dalam sebuah institusi. (Anne)