Konten dari Pengguna

Pengertian Represif, Jenis-jenis, dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Represif dalam Penegakan Hak Warga Negara dilakukan Oleh. Sumber: Unsplash/Franz Spitaler
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Represif dalam Penegakan Hak Warga Negara dilakukan Oleh. Sumber: Unsplash/Franz Spitaler

Represif adalah salah satu sifat dalam sistem pengendalian sosial. Tindakan represif biasanya berbentuk tekanan, kekangan, atau penindasan. Sedangkan pengendalian sosial sendiri adalah suatu proses atau kontrol terhadap kemungkinan penyimpangan sosial.

Tindakan represif sering kali ditemukan dalam kehidupan sosial, terutama antara pihak yang lebih berkuasa dan pihak yang lebih lemah. Cara represif dalam penegakan hak warga negara dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Simak penjelasan tentang represif berikut ini.

Pengertian Represif

Ilustrasi Cara Represif dalam Penegakan Hak Warga Negara Dilakukan Oleh. Sumber: Unsplash/Davide Cantelli

Dikutip dari buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah), Nana Supriatna, (153), tindakan represif merupakan tindakan yang dilakukan setelah terjadi penyimpangan yang bertujuan mengembalikan kepada keadaan semula. Represif adalah arti pengendalian sosial yang dilakukan pada saat atau setelah terjadinya pelanggaran.

Pengendalian sosial represif ini hakikatnya bertujuan untuk mengembalikan keserasian kehidupan sosial masyarakat yang sempat mengalami gangguan karena adanya penyimpangan sosial. Tindakan yang dilakukan bisa berupa pemberian sanksi sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Atas dasar inilah secara singkat represif dapat didefinisikan sebagai tindakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadin pelanggaran atau peristiwa yang buruk.

Jenis-jenis Represif

Ilustrasi Cara Represif dalam Penegakan Hak Warga Negara Dilakukan Oleh. Sumber: Unsplash/Mike Von

Berikut jenis-jenis represif:

1. Tindakan Pribadi

Dalam tindakan represif pribadi, pengaruh datang dari orang atau tokoh yang menjadi panutan. Pengaruh tersebut bisa bersifat baik, bisa juga bersifat buruk.

Misalnya pemuka agama memberikan wejangan kepada umat untuk menerapkan toleransi di tengah keberagaman.

2. Tindakan Institusional

Tindakan represif institusional juga dapat dikategorikan pengendalian sosial represif. Ini terjadi ketika pengaruh timbul dari suatu institusi atau lembaga.

Lembaga mengawasi anggota dalam lembaga tersebut sekaligus berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat yang termasuk dalam kewenangan lembaga tersebut.

Misalnya di lingkungan sekitar pondok pesantren, masyarakat diharapkan juga menyesuaikan gaya hidup sesuai aturan pesantren, misalnya dalam hal pakaian dan bertutur kata.

3. Tindakan Resmi

Tindakan resmi yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat.

Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara, seperti kepolisian, satpol PP, kejaksaan, ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan.

4. Tindakan Tidak Resmi

Tindakan tidak resmi adalah pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas dan tanpa sanksi hukum yang tegas. Namun, pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat.

Contoh Tindakan Represif

Ilustrasi Cara Represif dalam Penegakan Hak Warga Negara Dilakukan Oleh. Sumber: Unsplash/Nathaniel Sison

Tindakan represif bisa dilakukan dengan dua cara, antara lain sebagai berikut:

1. Persuasif

Persuasif merupakan bentuk pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara membujuk atau mengarahkan individu atau masyarakat agar patuh terhadap nilai-nilai sosial dan norma yang berlaku.

Hal ini bisa dilakukan melalui sosialisasi dan pengarahan. Contoh-contoh tindakan persuasif, diantaranya yaitu:

  1. Pemerintah memberikan himbauan dan pengarahan melalui media TV, internet, dan spanduk agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

  2. Seorang dokter gigi menghimbau dan menasehati pasiennya agar rajin membersihkan gigi.

  3. Seorang guru menasehati muridnya untuk belajar dengan giat dan mengerjakan tugas dengan baik dan tepat waktu agar bisa mendapatkan nilai yang memuaskan.

2. Koersif

Koersif merupakan bentuk pengendalian sosial yang bersifat keras dan tegas. Atau bisa juga dikatakan bahwa koersif merupakan tindakan pengendalian sosial dengan cara kekerasan dan memberikan sanksi tegas.

Contoh-contoh tindakan koersif, diantaranya yaitu:

  1. Polantas memberikan surat tilang kepada pengendara yang melanggar aturan.

  2. Satpol PP menangkap para pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi umum yang bukan diperuntukkan untuk berjualan.

  3. Guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) nya.

  4. Seorang manajer

Baca Juga: Pengertian dan Contoh Pengendalian Sosial Koersif dalam Kehidupan Bermasyarakat

Cara represif dalam penegakan hak warga negara dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Caranya bisa dilakukan secara persuasif, koersif, compulsion, pervation.(glg)