Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Soal Angka Kematian Kasar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ilustrasi Contoh Soal Angka Kematian Kasar. (Foto: Ahmed Adly | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ilustrasi Contoh Soal Angka Kematian Kasar. (Foto: Ahmed Adly | Unsplash.com)

Contoh soal angka kematian kasar banyak dicari oleh siswa dan siswi jurusan IPS menjelang ujian sekolah. Materi mengenai angka kematian biasanya dipelajari dalam geografi. Meskipun biasanya geografi belajar mengenai bentang alam, namun angka kelahiran dan kematian juga akan dipelajari.

Materi mengenai angka kematian dan kelahiran cukup sulit, sebab, siswa dan siswi harus banyak menghafal teori serta rumus-rumus perhitungan. Artikel ini akan membahas mengenai angka kematian kasar untuk mempermudah kalian belajar. SImak terus ya!

Baca juga: Cara Menghitung dan Contoh Soal Angka Kelahiran Kasar

Contoh Soal Angka Kematian Kasar atau Mortalitas

Ilustrasi Contoh Soal Angka Kematian Kasar atau Mortalitas. (Foto: Davide Ragusa | Unsplash.com)

Saat belajar Geografi mungkin kamu pernah mendengar kata angka kematian kasar? Apa sih yang dinamakan angka kematian kasar atau mortalitas?

Mengutip buku dengan judul Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa karya M. Nasruddin Anshoriy Ch (2008), yang dimaksud dengan mortalitas adalah kematian individu-individu di dalam populasi.

Kematian atau mortalitas adalah bagian dari demografi. Mortalitas dapat memberikan pengaruh pada struktur kependudukan di suatu wilayah. Tinggi atau rendahnya tingkat kematian di suatu wilayah dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk.

Terdapat faktor yang mempengaruhi mortalitas pada suatu wilayah. Berikut faktor-faktornya.

1. Usia Hidup

Angka mortalitas yang tinggi biasanya dipengaruhi oleh gaya hidup. Masyarakat di negara maju cenderung lebih sehat. Maka dari itu, angka mortalitas di negara maju adalah rendah. Dalam kata lain, masyarakat di negara maju cenderung berusia panjang.

Sementara pada negara berkembang, harapan hidup lebih rendah. Maka dari itu angka mortalitas atau kematian cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju.

2. Sosial dan Ekonomi

Selain faktor kesehatan, ekonomi juga memiliki peranan penting dalam tinggi atau rendahnya mortalitas di suatu wilayah.

Terdapat beberapa rumus untuk menghitung angka kematian. Berikut rumusnya.

  • Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar)

CDR = D/P x K

Keterangan:

D = Jumlah kematian dalam periode tahun tertentu

P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu

K = Konstanta, biasanya 1000

  • Age Spesific Death Rate (Angka Kematian Spesifik)

ASDRx = Dx/Px X k

Keterangan:

Dx = Jumlah penduduk yang meninggal dari kelompok umur tertentu pada tahun tertentu

Px = Jumlah penduduk dari kelompok umur x pada pertengahan tahun yang sama

X = kelompok umur (15-19, 20-27,... 45-49)

K = Konstanta, biasanya 1000

  • Infant Mortality Rate (Angka Kematian Bayi)

IMR = Do/B x K

Keterangan:

Do = Jumlah kematian bayi di bawah 1 tahun pada tahun tertentu

B = Jumlah kelahiran hidup dalam tahun yang sama

K = Konstanta, biasanya 1000

Agar lebih memahami materi ini, berikut contoh soal angka kematian kasar

Pada tahun 2002, jumlah penduduk pada wilayah X adalah 500.000 jiwa. Setahun kemudian, terdapat kematian yang berjumlah 1.000 orang. Berapa angka kematian kasarnya?

Pembahasan:

Jumlah kematian = 1.000 orang

Jumlah penduduk = 500.000 orang

Maka, CDR = 1.000/500.000 x 1.000 = 2

Nah itulah pengertian mortalitas dan contoh soal angka kematian kasar dalam pelajaran Geografi. Semoga artikel ini dapat menambah wawasanmu seputar geografi ya! (FAR)