Pengertian dan Contoh Stratifikasi Sosial Campuran dalam Kehidupan Bermasyarakat

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan antar individu ataupun kelompok adalah sebuah hal yang wajar atau dikenal dengan nama stratifikasi sosial. Stratifikasi sosial sendiri terbagi menjadi beberapa macam, salah satunya adalah statifikasi sosial campuran. Untuk itu, artikel kali ini akan menjelaskan Inilah pengertian dan contoh stratifikasi sosial campuran sebagai penggolongan dalam bermasyarakat.
Dengan begitu, kita dapat belajar memahami tentang bagaimana penggolongan seorang individu dalam sebuah masyarakat.
Baca Juga: Penjelasan Lengkap tentang Dampak Negatif Sistem Stratifikasi Sosial
Pengertian dan Contoh Stratifikasi Sosial Campuran dalam Kehidupan Bermasyarakat
Sebelum ke pengertian dan contoh stratifikasi sosial campuran, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan stratifikasi sosial.
Dikutip dari buku Sosiologi Kelas X oleh Mir’atul Farikhah (2020: 95), stratifikasi sosial adalah sistem perbedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat, yang diwujudkan dalam kelas tinggi, kelas sedang, dan kelas rendah.
Dasar dan inti sistem stratifikasi masyarakat adalah adanya ketidakseimbangan pembagian hak dan kewajiban, serta tanggung jawab masing-masing individu atau kelompok dalam suatu sistem sosial. Stratifikasi sosial terjadi karena adanya pembagian kelas-kelas sosial di masyarakat.
Terbentuknya stratifikasi sosial terjadi karena dua hal, yakni secara alami dan disengaja.
Stratifikasi secara alami terjadi karena adanya kepandaian, tingkat umur, jenis kelamin, keturunan, sifat keaslian keanggotaan kerabat seorang kepala, dan harta.
Sedangkan stratifikasi disengaja dilakukan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasi-organisasi formal seperti pemerintahan, perusahaan, partai politik, angkatan bersenjata, atau perkumpulan.
Penggolongan Stratifikasi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, penggolongan anggota masyarakat ke dalam sebuah lapisan terbagi menjadi beberapa hal, yaitu:
Kekayaan
Orang yang memiliki kekayaan paling banyak atau berpenghasilan tinggi termasuk dalam lapisan atas. Kekayaan tersebut dapat dilihat misalnya pada bentuk rumah yang bersangkutan, kendaraan pribadinya, hingga pakaiannya.
Kekuasaan
Orang yang memiliki kekuasaan atau yang memiliki wewenang berpeluang besar menempati lapisan teratas.
Kehormatan
Orang yang disegani dan dihormati menempati tempat teratas dan ukuran seperti ini banyak dijumpai pada masyarakat-masyarakat tradisional. Biasanya mereka adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa besar kepada masyarakat.
Ilmu Pengetahuan
Orang yang berpendidikan tinggi merupakan golongan yang lebih tinggi daripada orang yang berpendidikan rendah. Akan tetapi, ukuran ini terkadang membawa pengaruh yang negatif karena seringkali bukan mutu ilmu pengetahuannya yang dijadikan sebagai ukuran, melainkan gelarnya sehingga dapat mengakibatkan segala macam usaha dilakukan untuk mendapatkan gelar tersebut walaupun tidak halal.
Stratifikasi Campuran
Secara umum, stratifikasi sosial terbagi menjadi tiga macam, yakni stratifikasi terbuka, tertutup, dan campuran.
Stratifikasi campuran merupakan gabungan dari stratifikasi terbuka dan tertutup, di mana masyarakat dapat berpindah dari satu kasta sosial ke strata sosial lainnya yang ada di daerah dengan lapisan sosial yang sifatnya jauh lebih terbuka.
Contohnya adalah seseorang yang lahir dalam keluarga dengan status menengah, ia bisa berubah ke status sosial masyarakat kelas atas dengan usaha yang dilakukannya.
Adanya stratifikasi sosial campuran membuat seseorang berpeluang untuk mengubah keadaannya menjadi lebih baik lagi. Selain itu, peluang ini juga datang secara merata dan siapa pun dapat memanfaatkannya. Membuat stratifikasi sosial yang satu ini banyak diperebutkan.(MZM)
