Pengertian dan Lawan Kata Ghadab dalam Agama Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lawan kata ghadab dan ghadab itu sendiri dalam agama Islam penting diketahui untuk memahami perilaku manusia. Perilaku manusia ada yang baik dan ada yang buruk. Manusia perlu mengenali keduanya.
Agama Islam tidak hanya mengatur tentang cara beribadah tapi juga bagaimana berperilaku di tengah masyarakat. Dengan demikian, seharusnya penganut agama Islam yang baik tidak pernah menjadi sumber masalah di masyarakat.
Pengertian dan Lawan Kata Ghadab
Mengendalikan perilaku sudah diajarkan kepada umat Islam sejak anak-anak, baik di sekolah maupun di masjid.
1. Pengertian Ghadab
Dikutip dari Akidah Akhlak Madrasah Aliyah kelas XII, Aminudin dan Hajan Syuhada (2021:58), perilaku tercela manusia ada 3, yaitu nifak (munafik), pemarah (ghadab) dan keras hati.
Dengan demikian, gadhab artinya pemarah atau orang yang mudah marah. Orang yang mudah marah biasanya karena mudah tersinggung terhadap banyak hal. Seseorang yang pemarah sering berkata kasar atau memaki. Tak jarang meraka juga gemar berkelahi.
Perilaku ghadab harus dihindari karena ciri orang yang bertakwa itu tidak mudah marah. Perilaku marah juga dapat memancing keributan sehingga akan dijauhi orang-orang sekitar.
Cara menghindari perilaku ghadab tersebut adalah:
Membaca ta'awudz dan istigfar.
Mengubah posisi badan. Misalnya, duduk jika sedang berdiri.
Mengambil air wudhu.
Menyadari akibat sering marah.
Melakukan instropeksi diri.
2. Lawan Kata Ghadab
Seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, seorang Muslim itu harusnya bersikap lemah lembut, bukan pemarah. Hal ini terdapat dalam QS Ali Imran:159, yang berbunyi:
Fa bimaa rahmatim minallaahi lingta lahum, walau kungta fadzdzan galiidzal – qalbi langfadduu min haulika.
Artinya: Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya Engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri.
Dalam banyak kisah Nabi, diceritakan bahwa Nabi disakiti, dimaki, diusir, bahkan pernah mendapat percobaan pembunuhan dari Kaum Quraisy. Namun Nabi tidak marah, bahkan memaafkan mereka.
Umat Islam menjadikan Nabi sebagai teladan. Karena itu sudah seharusnya umat Islam juga tidak mudah marah seperti percekcokan antar pengguna jalan raya yang sering terjadi akhir-akhir ini.
Baca juga: Arti Fathu Makkah Beserta Isi Kandungan Surat An-Nasr
Demikianlah pengertian dan lawan kata ghadab dalam agama Islam yang penting untuk diketahui. (LUS)
