Pengertian dan Skema Metagenesis Tumbuhan Lumut

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Skema metagenesis tumbuhan lumut dipelajari pada mata pelajaran Biologi. Lumut adalah tumbuhan yang sangat mudah ditemui di tempat lembab dan basah. Sama seperti makhluk hidup lainnya, lumut juga memiliki siklus hidup.
Tumbuhan lumut memiliki siklus hidup metagenesis. Siklus hidup lumut dibagi menjadi dua, yakni fase gametofit dan fase sporofit.
Pengertian dan Ciri Tumbuhan Lumut
Dikutip dari Smart Plus SAINTEK SMA, Amien, dkk (2020:75), tumbuhan lumut (Bryophyta) hidup di tempat yang lembab atau basah dan mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis. Lumut biasanya berwarna hijau dan berukuran kecil.
Tanaman ini bisa ditemukan hidup di atas tanah, batu, kayu, atau pepohonan. Lumut memiliki sel plastid yang menghasilkan klorofil A dan B sehingga bisa menghasilkan makanan sendiri. Adapun beberapa ciri tumbuhan lumut adalah sebagai berikut.
Mengalami fase metagenesis.
Dinding selnya terdiri dari selulosa.
Tidak mempunyai pembuluh seperti xilem dan floem.
Permukaan tubuh lumut dilapisi oleh lilin yang berguna untuk menahan masuknya air serta mengurangi penguapan.
Memiliki akar semu atau rizoid yang terdiri atas sejumlah lapis sel parenkim dan bentuknya menyerupai rambut atau benang. Akar juga berfungsi agar lumut bisa menempel.
Skema Metagenesis Tumbuhan Lumut
Lumut mengalami siklus hidup metagenesis, karena bergantian antara reproduksi seksual dan reproduksi aseksual. Berikut adalah skema metagenesis tumbuhan lumut.
Spora (n) - Protonema (n) - Tumbuhan lumut (n) - Anteridium (n) dan Arkegonium (n) - Spermatozoid (n) dan ovum (n) - Fertilisasi - Zigot(2n) - Embrio (2n) - Sporogonium (2n) - Sporangium (2n) - Sel induk spora (2n) - Spora(n).
Sporofit menghasilkan spora yang akan berubah menjadi protonema. Dari protonema gametofit terbentuk. Generasi gametofit mempunyai satu sel kromosom yang disebut haploid (n) dan gametofit menghasilkan organ reproduksi yang disebut anteridium (jantan) dan arkegonium (betina).
Anteridium menghasilkan sperma (spermatozoid) dan arkegonium menghasilkan ovum. Proses pembuahan tumbuhan lumut menghasilkan zigot dengan dua sel kromosom atau diploid (2n). Zigot inilah yang menjadi awal sporofit lagi.
Zigot kemudian akan melakukan pembelahan dan menjadi sporofit dewasa yang bisa melekat pada gametofit, seta dan kapsul. Kapsul ini adalah tempat dihasilkannya spora di fase meiosis. Setelah spora dikeluarkan dari kapsul, siklus hidup lumut akan berulang lagi dari awal.
Baca juga: Contoh Tumbuhan Paku dan Ciri-Ciri serta Jenisnya
Penjelasan tentang pengertian, ciri, dan skema metagenesis tumbuhan lumut tersebut bisa dipelajari untuk mendalami Biologi. Semoga bisa menambah wawasan. (KRIS)
