Pengertian, Faktor, dan Metode Penyusutan dalam Akuntansi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyusutan merupakan istilah mengenai aset akuntansi yang dimiliki baik secara pribadi maupun perusahaan. Jelaskan mengenai penyusutan! Inilah pengertian, faktor, dan metodenya dalam akuntansi yang mungkin berguna bagi Anda.
Latar belakang adanya penyusutan dijelaskan dalam buku Perencanaan Pajak (Edisi 4) HVS yang disusun oleh Erly Suandy (2004:27). Berdasarkan buku tersebut, pada umumnya, perusahaan dalam kegiatan usahanya melakukan pemotongan pajak (tax deductions) yang disebabkan karena adanya pengeluaran kas. Yang termasuk pengeluaran kas antara lain pembelian barang, pembayaran tenaga kerja, maupun jasa lain yang digunakan dalam kegiatan operasional, termasuk penyusutan.
Baca juga: Biaya Penyusutan Alat Termasuk Jenis Biaya Apa?
Pengertian Penyusutan dalam Akuntansi
Dihimpun dari buku Matematika SMK 2: Kelompok Bisnis dan Manajemen yang disusun oleh Syamsuddin (Grasindo), pengertian penyusutan (depresiasi) adalah penurunan nilai (daya guna) dari suatu aktiva tetap berwujud. Contoh aset penyusutan adalah gedung, mesin, peralatan, dan kendaraan yang harus dialokasikan biayanya pada setiap pembiayaan suatu perusahaan.
Faktor Penyusutan
Terdapat 3 faktor yang menentukan beban penyusutan, antara lain:
Harga Beli Aktiva. Harga beli adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva sampai aktiva itu siap beroperasi.
Umur Manfaat atau Ekonomis. Umur dari aktiva tetap yang dapat beroperasi secara normal.
Nilai Sisa atau Residu. Nilai taksir dari penjualan aktiva yang sudah lewat masa pakainya.
Metode Penyusutan
Terdapat 5 metode yang digunakan dalam perhitungan penyusutan, antara lain:
Metode Garis Lurus. Metode ini disebut juga dengan metode persentase tetap dari harga beli dan memiliki besar penyusutan yang sama dalam setiap tahunnya.
Metode Persentase Tetap dari Nilai Buku (Metode Saldo Menurun). Metode ini ditentukan dari hasil perkalian persentase tetap dengan nilai buku awal tahun berjalan.
Metode Satuan Jam Kerja Aktiva (SJKA). Metode ini diperoleh dari hasil perkalian penyusutan tiap jam dengan satuan jam kerja masing-masing tahunnya.
Metode Satuan Hasil Produksi (SHP). Metode ini diperoleh dari hasil perkalian penyusutan 1 unit produksi dengan satuan hasil produksi masing-masing tahunnya.
Metode Jumlah Bilangan Tahun (JBT). Metode ini ditentukan dari hasil perkalian beban penyusutan selama n tahun dengan tingkat penyusutan tiap-tiap tahunnya, di mana tingkat penyusutannya merupakan bilangan pecahan yang dari tahun ke tahun semakin menurun.
Penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aset yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diperkirakan. Penyusunan perlu dilakukan karena manfaat yang diberikan dan nilai dari aset tersebut semakin berkurang.(DK)
