Pengertian Guru Gatra dalam Tembang Macapat Bahasa Jawa

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Guru gatra yaiku adalah pertanyaan mengenai pengertian guru gatra dalam bahasa Jawa. Guru gatra adalah salah satu istilah dalam macapat. Macapat merupakan puisi bahasa Jawa yang memiliki aturan tertentu.
Aturan itu ialah guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu. Aturan-aturan ini perlu dipahami saat mempelajari macapat. Oleh karena itu, penting mengetahui pengertian guru gatra dalam macapat.
Guru Gatra Yaiku? Pengertian Guru Gatra dalam Macapat
Menurut buku Seni Budaya Jawa dan Karawitan Sekolah Dasar (Ungkapan Keindahan dalam Sebuah Musik Gamelan) oleh Belinda Dewi Regina (2025: 98), tembang macapat ada sebelas jenis, yaitu (1) Maskumambang, (2) Mijil, (3) Sinom, (4) Kinanti, (5) Asmaradana, (6) Gambuh, (7) Dhandhanggula, (8) Durma, (9) Pangkur, (10), Megatruh, dan (11) Pucung.
Tembang macapat merupakan tembang atau puisi dalam bahasa Jawa yang menceritakan makna proses hidup manusia, mulai dari lahir hingga meninggal dunia. Tembang macapat juga menjelaskan karakter atau sifat-sifat manusia.
Tembang macapat adalah suatu bentuk puisi tradisional bahasa Jawa yang menggunakan aturan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. Menurut buku Suluh Bahasa Jawa Kelas V untuk SD/MI oleh Tim Suluh Duta (2015: 70), guru gatra yaiku cacahe gatra saben sapada satu bait tembang. Artinya, guru gatra merupakan banyaknya jumlah larik (baris) dalam satu bait.
Guru wilangan yaiku cacahe wanda saben sagatra. Artinya, guru wilangan adalah banyaknya wanda atau jumlah suku kata dalam setiap baris.
Guru lagu utawa dhongdhing, yaiku tibane swara saben pungkasane gatra. Artinya, guru lagu merupakan persamaan bunyi pada sajak akhir kata dalam setiap baris.
Contohnya dalam tembang Maskumambang, tembang ini memiliki guru gatra 4, guru wilangan 12, 6, 8, 8, dan guru lagu i, a, i, a, i. Contoh penerapannya adalah sebagai berikut:
Maskumambang
Wong tan ma-nut pi-tu-tur wong tu-wo ugi (12 wanda, berlagu i)
Ha ne-mu dur-ha-ka (6 wanda berlagu a)
Ing du-nyo tu-me-keng a-khir (8 wanda berlagu i)
Tan wu-rung ka-su-rang-su-rang (8 wanda berlagu a)
Baca juga: Watake Tembang Macapat dalam Bahasa Jawa
Itulah penjelasan untuk jawaban pertanyaan guru gatra yaiku dalam tembang macapat bahasa Jawa. Semoga dapat menambah pemahaman mengenai macapat beserta guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. (IND)
