Pengertian Impulsif dan Ciri-Ciri Sifatnya yang Perlu Diketahui

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Impulsif adalah tindakan yang didasarkan dengan adanya dorongan untuk mengekspresikan keinginannya. Orang yang bertindak impulsif akan melakukan sesuatu tanpa berpikir, atau memikirkan tindakannya terlebih dahulu.
Bertindak impulsif sering kali menggunakan tanpa rasio atau akal sehat, sehingga baru belakangan menyesalinya. Impulsif merupakan gangguan pada sosial dan emosional.
Impulsif adalah Gangguan Emosional. Simak Ulasannya!
Contoh perilaku impulsif adalah melakukan keputusan pembelian tanpa perencanaan. Hal ini disebabkan seseorang dengan perilaku impulsif merasa 'perlu' untuk melakukannya demi memperbaiki perasaannya, meski hanya sementara.
Berdasarkan buku Leksikon Istilah Kesehatan Jiwa yang disusun oleh WHO (EGC), ciri-ciri dari sifat impulsif antara lain sebagai berikut;
Memiliki kecenderungan untuk bertindak tanpa mempertimbangkan akibatnya.
Umumnya mood dapat berubah-ubah dan tidak dapat diramalkan.
Sering menceritakan masalah hidupnya dengan orang lain tanpa mementingkan privasi.
Berlebihan dalam memandang segala sesuatu. Sering membesar-besarkan masalah sepele tanpa mempedulikan orang lain.
Mudah tersinggung dan sakit hati.
Selalu ingin bertindak dengan segera dan nyata, tanpa mempertimbangkan resikonya.
Lebih mudah terpengaruh (terbawa) oleh sentimen, atau bersifat kurang rasional.
Lebih cepat tersugesti, atau lebih mudah meniru (imitasi) perilaku orang lain.
Terdapat kecenderungan emosi yang meledak-ledak, dan tidak mampu mengendalikan dorongan perilaku.
Terdapat kecenderungan untuk memiliki perilaku yang suka berselisih dan bertentangan dengan orang lain, terutama jika sikap impulsifnya ditentang atau disensor.
Memanjakan diri sendiri dengan berlebihan tanpa mempertimbangkan situasi dan kondisi.
Impulsif tergolong dalam kepribadian anti-sosial (psychopathic). Sifat impulsif umumnya dimiliki oleh seseorang dengan gangguan kepribadian yang tidak stabil secara emosional.
Terdapat dua tipe psychopatic yang dapat dibedakan, yaitu:
Tipe impulsif, yang ditandai secara dominan oleh ketidakstabilan emosional dan kurangnya kendali impuls.
Tipe ambang, ditandai oleh gangguan citra diri dan pilihan internal. Hubungan interpersonal yang intens, tidak stabil, serta terdapat kecenderungan perilaku merusak diri sendiri, termasuk sikap dan usaha untuk bunuh diri.
Baca juga: Impulsif: Pengertian, Tanda-tanda dan Cara Mengatasinya menurut Psikologi.
Impulsif adalah sifat kepribadian yang ditandai dengan bertindak tanpa peduli terhadap konsekuensinya. Impulsif tidak hanya merugikan diri sendiri, namun juga orang-orang lain di sekitarnya.(DK)
