Konten dari Pengguna

Pengertian, Jenis, dan Contoh Batuan Beku di Bumi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Batuan Beku (Foto: Fabrizio Conti | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Batuan Beku (Foto: Fabrizio Conti | Unsplash.com)

Bumi memiliki berbagai macam material yang bisa dimanfaatkan. Contohnya adalah pasir, tanah, batu, dan sebagainya. Dari beberapa materi tersebut, yang akan dibahas dalam artikel ini adalah batu, khususnya batuan beku. Banyak sekali yang bisa dipelajari dari material ini, seperti pengertian, jenis, dan contoh batuan beku.

Simak artikel ini untuk bisa lebih memahami batuan beku.

Baca juga: Jenis Batu Sedimen dan Proses Pembentukannya yang Berasal dari Endapan Bumi

Pengertian dan Contoh Batuan Beku di Bumi

Ilustrasi Pengertian dan Contoh Batuan Beku (Foto: Jonathan Larson | Unsplash.com)

Hestiyanto dalam buku Geografi 1 untuk SMA Kelas X (2007), batuan beku (igneous rock) merupakan jenis batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Pada umumnya, batuan beku memiliki ciri yaitu homogen dan kompak, tidak terdapat pelapisan, dan tidak mengandung fosil.

Berikut ini beberapa contoh batuan beku:

  • Batu apung. Ciri khusus dari batu apung adalah batu ini memiliki warna cokelat campur abu-abu muda. Batu apung juga bisa dengan mudah dikenali dari bentuknya yang berongga-rongga.

  • Batu basal. Batu basal juga biasa disebut sebagai batu lava. Batu ini memiliki warna hijau keabu-abuan dan terdiri dari butiran-butiran kecil.

  • Batu obsidian. Batu ini juga biasa disebut sebagai batu kaca. Batu obsidian bisa dikenali dari permukaannya yang halus dan mengkilap. Batu obsidian memiliki warna hitam atau cokelat tua.

  • Batu granit. Batu ini terbentuk dari butiran-butiran kasar yang semi berwarna-warni. Jenis batu ini memiliki warna putih dan keabuan.

Jenis Batuan Beku

Batuan beku dikelompokkan menjadi 2, yaitu berdasarkan tempat pembekuannya dan berdasarkan mineral penyusunnya. Berikut ini penjelasannya:

Berdasarkan Tempat Pembekuan

Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku dibagi menjadi 3 sebagai berikut:

1. Batuan Beku Dalam

Merupakan batuan beku yang tempat terbentuknya jauh di bawah permukaan Bumi, yaitu pada kedalaman 15 - 50 km. Tempat pembekuan yang dekat dengan astenosfer menyebabkan pendinginan magma menjadi sangat lambat sehingga batuan yang dihasilkan berukuran besar.

Selain ukurannya besar, batuan beku dalam juga bertekstur holokristalin atau semua komposisi batuan disusun oleh kristal yang sempurna. Ciri batuan beku dalam adalah biasanya butirannya lebih kasar dibandingkan batuan beku luar dan jarang terdapat lubang gas.

2. Batuan Beku Korok (Gang)

Merupakan batuan beku yang terbentuk di celah kerak Bumi sebelum magma sampai ke permukaan Bumi (korok). Proses pembekuan magma terjadi cukup cepat sehingga batuan yang dihasilkan mempunyai kristal yang kurang sempurna.

3. Batuan Beku Luar

Disebut juga sebagai batuan lelehan. Merupakan jenis batuan beku yang tempat terbentuknya adalah di permukaan Bumi. Magma yang berada di permukaan Bumi mengalami proses pendinginan dan pembekuan dengan sangat cepat sehingga tidak menghasilkan kristal batuan.

Berdasarkan Mineral Penyusun

Berdasarkan mineral penyusunnya, batuan beku dibagi menjadi 2 sebagai berikut:

1. Batuan Beku Mineral Ringan

Merupakan jenis batuan beku yang tersusun dari mineral-mineral ringan. Jenis batuan ini biasanya berwarna terang, mudah pecah, dan banyak mengandung silikat sehingga termasuk batuan yang bersifat asam.

2. Batuan Beku Mineral Berat

Merupakan jenis batuan beku yang tersusun dari mineral-mineral berat. Jenis batuan ini biasanya berwarna gelap, sulit dipecahkan, dan sedikit mengandung silikat sehingga termasuk batuan yang bersifat basa.

Demikian ulasan mengenai pengertian, jenis-jenis, dan contoh batuan beku di bumi. Semoga bisa menambah wawasan kalian. (KRIS)