Pengertian Kohesi Sosial dan Contohnya dalam Kehidupan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kohesi sosial adalah perekat atau ikatan yang menjaga masyarakat tetap bersatu atau terintegrasi. Seperti apa kohesi sosial dalam masyarakat? Simak penjelasannya berikut ini.
Dalam kehidupan ini sudah pasti selalu ada hal-hal yang berbeda. Apalagi hidup dalam keberagaman sudah tentu akan memunculkan banyak persoalan atau konflik di lingkungan sekitar. Namun adanya keberagaman ini dapat diatasi satu sama lain dengan cara toleransi dan saling menghargai.
Tidak ada satu manusia pun kecuali ia berusaha mengasingkan diri sehingga tak dapat merasakan proses sosial yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Proses sosial ini terjadi karena adanya interaksi sosial. Inilah yang kemudian memunculkan kohesi sosial.
Baca Juga: Pengertian Sosiologi secara Etimologis beserta Bidang Kajiannya
Pengertian Kohesi Sosial
Dikutip dari buku Interaksi Sosial karya Sudariyanto, S.Pd. (2020: 10), hubungan individu dan masyarakat menunjukkan bahwa individu memiliki status yang relatif dominan terhadap masyarakat, sedangkan lainnya menganggap bahwa individu itu tunduk pada masyarakat. Sementara itu, ada hubungan saling ketergantungan antara individu dan masyarakat.
Kohesi sosial adalah kemampuan suatu masyarakat atau kelompok untuk mempertahankan kesatuan dan kebersamaan dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Kohesi sosial dapat mempengaruhi perilaku dan interaksi sosial antara anggota masyarakat, serta dapat memperkuat rasa saling percaya dan saling terikat. Kohesi sosial yang kuat dapat membantu masyarakat untuk mengatasi berbagai tantangan dan perbedaan yang muncul di dalam kelompok atau masyarakat tersebut.
Contoh Kohesi Sosial
Contoh kohesi sosial dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
Gotong royong: Masyarakat yang terbiasa dengan gotong royong cenderung memiliki kohesi sosial yang kuat. Gotong royong memungkinkan anggota masyarakat untuk saling membantu dalam menyelesaikan masalah dan memperkuat rasa kebersamaan.
Kepedulian sosial: Kepedulian sosial dapat membantu memperkuat kohesi sosial dalam suatu masyarakat. Ketika anggota masyarakat merasa peduli dan membantu satu sama lain dalam keadaan sulit, maka akan terjalin rasa saling percaya dan saling terikat.
Keteraturan dan kepatuhan: Suatu masyarakat yang taat pada aturan dan peraturan yang berlaku cenderung memiliki kohesi sosial yang kuat. Keteraturan dan kepatuhan terhadap norma-norma sosial dapat membantu memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota masyarakat.
Kesamaan nilai dan budaya: Masyarakat yang memiliki nilai dan budaya yang sama cenderung memiliki kohesi sosial yang kuat. Kesamaan nilai dan budaya dapat membantu memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan di antara anggota masyarakat.
Keragaman yang diterima: Masyarakat yang menerima dan menghargai keragaman dalam segala bentuknya, seperti agama, budaya, dan ras, cenderung memiliki kohesi sosial yang kuat. Sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan dapat membantu memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota masyarakat.
Demikianlah penjelasan mengenai kohesi sosial dan contohnya. Dapat disimpulkan bahwa kohesi sosial adalah kemampuan masyarakat atau kelompok untuk menjaga keutuhan lingkungan sekitarnya. Semoga dapat menambah referensimu ya! (Umi)
