Pengertian Majas sebagai Gaya Bahasa dalam Puisi

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya bahasa yang menggunakan ungkapan kiasan atau perbandingan untuk memberikan efek artistik pada puisi adalah majas. Majas digunakan penulis, baik puisi maupun prosa untuk mengekspresikan perasaan dan isi pikirannya.
Ada berbagai jenis majas yang digunakan dalam tulisan. Contohnya majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan. Semua majas ini memiliki pengertian dan karakteristik yang berbeda.
Gaya Bahasa yang Menggunakan Ungkapan Kiasan atau Perbandingan untuk Memberikan Efek Artistik adalah Majas
Dalam menyusun suatu puisi, seorang penulis sering merangkai kata dengan gaya bahasa yang disusun sedemikian rupa untuk menarik minat pembaca. Gaya bahasa itu digunakan untuk memberikan penegasan pada pesan yang ingin disampaikan penulis.
Gaya bahasa yang menggunakan ungkapan kiasan atau perbandingan untuk memberikan efek artistik pada puisi adalah majas. Majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan cara menyamakan atau membandingkannya dengan hal-hal lain.
Menurut buku Persuasive Copywriting: Sebuah Seni Menjual Melalui Tulisan oleh Febri Asiani (2020: 22), macam-macam majas adalah sebagai berikut:
1. Majas Perbandingan
Majas perbandingan adalah gaya bahasa dengan menggunakan ungkapan untuk membandingkan onjek satu dengan lainnya dengan cara menyamakan, melebihkan, atau mengganti.
Macam-macam majas perbandingan adalah sebagai berikut:
Majas personifikasi: majas yang membandingkan benda mati dengan manusia. Contoh: lukisan itu seolah melotot kepadaku.
Majas metafora: membandingkan antara satu objek dengan objek lain yang serupa sifatnya, tetapi bukan manusia. Contoh: Alif tidak lupa membawa buah tangan saat mengunjungi nenek di rumah sakit.
Majas hiperbola: mengungkapkan sesuatu dengan kesan berlebihan. Contoh: adikku berlari scepat kilat karena dikejar anjing tetangga.
Majas alegori: membandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan bermakna konotasi atau ungkapan. Contoh: dalam bahtera rumah tangga, suami adalah nakhodanya.
2. Majas Pertentangan
Majas jenis ini menggunakan kata-kata kiasan yang bertentangan dengan yang dimaksudkan sebanarnya. Beebrapa jenis majas pertentangan adalah sebagai berikut:
Majas litotes: menggunakan ungkapan untuk merendahkan diri dan pada kenyataannya tidak sesuai dengan yang dikatakan. Contoh: sudilah mampir ke gubuk kami yang sederhana.
Majas paradoks: menggunakan ungkapan untuk membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikan. Contoh: Ridwan mencoba tersentyum meski hatinya sedih karena baru saja kehilangan ayahnya.
Majas antitesis: memadukan pasangan kata yang memiliki arti bertentangan. Contoh: baik buruknya perbuatan kita akan mendapatkan pembalasan yang sepadan.
3. Majas Sindiran
Menggunakan kata-kata kiasan dengan maksud untuk menyindir seseorang atau perilaku dan kondisi tertentu. Majas sindiran meliputi jenis-jenis majas sebagai berikut:
Majas ironi: menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada dengan maksud menyindir. Contoh: bersih sekali tempat ini, sampai menjadi sarang tikus.
Majas sinisme: menyampaikan sindiran secara langsung. Sinisme tidak menggunakan ungkapan untuk memperhalus sindiran. Contoh: dia itu sangat pelit, tidak pernah mau berbagi dengan sesama.
Majas sarkasme: majas yang menyampaikan sindiran secara langsung dan kasar sehingga tampak seperti hujatan. Sumber: dia hanyalah sampah masyarakat yang tidak berguna.
4. Majas Penegasan
Majas penegasan bertujuan untuk meningkatkan pengaruh pada pembaca atau pendengarnya untuk menyetujui ujara, pernyataan, atau kejadian yang diungkapkan.
Baca juga: Mengenal Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru
Gaya bahasa yang menggunakan ungkapan kiasan atau perbandingan untuk memberikan efek artistik pada puisi adalah majas. Tujuan penulis menggunakan majas dalam karyanya adalah untuk memberikan efek tertentu pada pembaca dan sebagai bentuk ekspresi isi pikiran perasaannya. Semoga bermanfaat. (IND)
