Konten dari Pengguna

Pengertian Mujahadah An-Nafs dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tidak mudah marah dan selalu berusaha menanamkan sifat sabar kepada sesama merupakan bentuk dari mujahadah. Sumber: anis coquelet/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tidak mudah marah dan selalu berusaha menanamkan sifat sabar kepada sesama merupakan bentuk dari mujahadah. Sumber: anis coquelet/unsplash

Tidak mudah marah dan selalu berusaha menanamkan sifat sabar kepada sesama merupakan bentuk dari Mujahadah An-Nafs. Menurut bahasa, Mujahadah memiliki makna menahan, sementara An-Nafs berarti nafsu, jiwa, ruh, atau diri.

Sifat tercela tidak dapat dihilangkan dengan angan-angan atau sekadar mempelajari hukum untuk mensucikannya. Melawan sifat tercela harus dibarengi dengan mujahadah yang berarti pensucian jiwa dan perlawanan terhadap hawa nafsu.

Mengapa Tidak Mudah Marah dan Selalu Berusaha Menanamkan Sifat Sabar kepada Sesama Merupakan Bentuk dari Mujahadah An-Nafs

Ilustrasi tidak mudah marah dan selalu berusaha menanamkan sifat sabar kepada sesama merupakan bentuk dari mujahadah. Sumber: pexels/oleksandr p

Alasan mengapa tidak mudah marah dan selalu berusaha menanamkan sifat sabar kepada sesama merupakan bentuk dari Mujahadah An-Nafs adalah karena merupakan bagian dari metode wushul.

Mengutip buku Tasawuf dan Pendidikan Karakter, Dr. H. Subaidi, M.Pd, Dr. H. Barowi, M.Ag (2018), Wushul adalah dengan menyelamatkan diri dari hijab (penghalang) yang bisa menghalangi tersambungnya seorang hamba dengan al-haq, yaitu Allah SWT.

Mujahadah An-Nafs berarti mencurahkan segala kemampuan untuk melawan musuh. Jihad sendiri terbagi dalam tiga macam; yakni melawan musuh yang tampak, berjuang melawan setan, dan berjuang melawan hawa nafsu.

Maksud berjuang melawan hawa nafsu inilah pengertian dari Mujahadah An-Nafs. Mujahadah An-Nafs artinya adalah menyapih hawa nafsu, keluar dari berbagai keinginan yang tercela, dan mengharuskan untuk melaksanakan perintah dan larangan Allah.

Dalam literatur tasawuf, Mujahadah An-Nafs juga diartikan sama dengan berjuang melawan hawa nafsu. Yang memiliki makna kesungguhan dalam mengendalikan diri pribadi atau sikap kontrol diri.

Sikap kontrol diri seperti ini telah diajarkan dalam dunia tasawuf agar manusia mampu menjadi pribadi yang tidak selalu mengedepankan hawa nafsu dan emosi dalam menjalani kehidupan.

Contoh penanaman perilaku Mujahadah An-Nafs adalah sebagai berikut:

  1. Mampu menahan emosi dan bersabar ketika diejek oleh seseorang, serta tidak memiliki keinginan untuk membalasnya.

  2. Mudah memaafkan kesalahan orang lain dan tidak dendam kepadanya.

  3. Bersabar ketika ditimpa musibah atau cobaan dengan ikhlas.

  4. Tidak membalas kedengkian yang orang lain lakukan. Dan tidak iri dengan pencapaian orang lain.

  5. Senantiasa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.

  6. Menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan sebagai bagian dari menyukuri nikmat yang Allah SWT berikan.

Baca Juga: 5 Manfaat Membiasakan Perilaku Mujahadah An-Nafs dalam Kehidupan Sehari-hari

Tidak mudah marah dan selalu berusaha menanamkan sifat sabar kepada sesama merupakan bentuk dari Mujahadah An-Nafs. Semoga sebagai umat muslim mampu melaksanakan perilaku tersebut.

(ARD)