Pengertian Mustahik Zakat Lengkap dengan Dalilnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mustahik zakat adalah orang yang berhak menerima zakat sesuai dengan aturan agama Islam. Penjelasan mengenai pengertian mustahik zakat beserta dalilnya dapat Anda ketahui dalam artikel berikut ini.
Pengertian Mustahik Zakat dengan Dalil yang Membahasnya
Zakat merupakan amalan yang diperintahkan Allah untuk ditunaikan bagi tiap-tiap umat muslim. Bahkan amalan zakat termasuk ke dalam salah satu amalan yang dicantumkan dalam rukun Islam. Ini berarti zakat merupakan amalan yang penting ditunaikan untuk menyempurnakan agama Islam. Zakat berbeda dengan sedekah maupun infaq karena memiliki ketentuan khusus.
Dalam buku Jika Sedekah Menjadi Lifestyle (Gaya Hidup), Bagenda Ali (2020:51) dijelaskan bahwa zakat adalah kewajiban harta yang spesifik karena harus memenuhi syarat tertentu dan juga dilaksanakan di waktu tertentu. Allah memerintahkan umat muslim untuk menunaikan zakat dalam ayat berikut ini.
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)
Selain disebutkan dalam ayat Alquran, anjuran menunaikan zakat juga dijelaskan dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim berikut ini:
ادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَنِّى رَسُولُ اللَّهِ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدِ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِى أَمْوَالِهِمْ ، تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ
Artinya: “Ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah. Jika mereka menaati itu, beritahukanlah pada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka salat lima waktu sehari semalam. Jika mereka menaati itu, beritahukanlah pada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat yang wajib dari harta mereka diambil dari orang kaya di antara mereka dan disalurkan pada orang miskin di tengah-tengah mereka.” (HR. Bukhari, no. 1395 dan Muslim, no. 19)
Dalam mengamalkan zakat, dikenal istilah mustahik zakat. Apa itu mustahik zakat? Mustahik zakat adalah golongan orang yang berhak mendapatkan zakat yang telah dibagi. Orang-orang yang termasuk ke dalam golongan mustahik zakat dijelaskan dalam ayat berikut ini:
اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ - ٦٠
Artinya: Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (At Taubah:60)
Berdasarkan ayat tersebut, bahwa orang yang tergolong sebagai mustahik zakat hanya terdiri dari 8 golongan saja yaitu fakir, miskin, budak, orang yang terlilit utang (gharim), mualaf, kaum fisabilillah, musafir yang kekurangan bekal serta amil zakat.
Baca juga: Cara Menghitung Zakat Perdagangan, Pengertian, dan Syaratnya
Demikian pembahasan mengenai pengertian mustahik zakat yang dapat diketahui untuk memperdalam pengetahuan agama Anda. semoga bermanfaat. (DAP)
