Pengertian Parafrase beserta Ciri-Ciri dan Teknik Menulisnya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Parafrase adalah istilah yang sudah tidak asing lagi dalam penulisan karya ilmiah, seperti skripsi dan jurnal. Oleh karena itulah, istilah yang satu ini cukup sering digunakan oleh para akademisi dan peneliti. Sayangnya, masih ada beberapa orang yang belum paham tentang apa itu parafrase.
Padahal dengan mengetahui definisinya, akan lebih mudah bagi seseorang dalam menerapkan teknik parafrase dalam karya ilmiah yang dibuatnya. Makanya, tidak heran jika memahami teknik menulis parafrase menjadi bagian penting bagi seseorang yang sedang membuat sebuah karya ilmiah.
Pengertian dan Ciri-Ciri Parafrase
Mengutip dari buku A Tool Kit for Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi dan Jurnal), Soleh Hasan Wahid (2021:341), parafrase adalah penulisan ulang pada bagian tertentu dari tulisan orang lain. Proses ini dilakukan dengan menyusun kalimat menggunakan kata-kata dari penulis sendiri tanpa mengubah konteks dan maknanya.
Adapun berbagai ciri-ciri parafrase yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.
Bentuk dan cara penyajian kalimatnya menggunakan kata yang berbeda.
Mempunyai makna dan substansi yang sama meskipun disajikan dengan menggunakan kata yang berbeda.
Substansi yang disampaikan sama sekali tidak berubah.
Disampaikan dengan bahasa yang lebih komunikatif agar lebih mudah dipahami oleh pembaca.
Bahasa penyampaian yang digunakan cenderung lebih ringan sehingga memudahkan para pembaca.
Teknik Menulis Parafrase
Berikut adalah panduan teknik menulis parafrase yang benar untuk diikuti.
1. Mulai Buat Kalimat Pertama
Dalam parafrase, memulai kalimat pertama bisa dilakukan dengan memperkenalkan monteks. Baru kemudian diikuti dengan kalimat berupa fakta. Jadi, tetap ada informasi penting yang disebutkan. Akan tetapi, dalam urutan yang berbeda-beda.
2. Pemilihan Sinonim
Penulisan parafrase juga erat kaitannya dengan sinonim. Hal ini dibutuhkan agar karya ilmiah yang dibuat tidak sama persis dengan tulisan aslinya. Jadi, penulis hanya mengubah kata dengan kata lain, namun tidak mengubah makna dari kata tersebut.
3. Mengubah Struktur Kalimat
Selain menggunakan sinonim, penulisan parafrase juga harus mengubah struktur kalimatnya. Misalnya, kalimat asli menggunakan jenis kalimat pasif, maka penulis bisa mengubahnya menjadi kalimat aktif. Begitu pula sebaliknya.
4. Memisahkan Informasi Menjadi Kalimat Terpisah
Walaupun dalam penulisan parafrase dapat menghasilkan jumlah kata yang sama dengan kutipan asli, namun sebenarnya penulis bisa bermain dengan beberapa kata untuk membuat kalimat yang berbeda, lho. Misalnya, satu kalimat panjang dipecah menjadi dua kalimat baru.
Baca Juga: Memahami Arti copas dan Tips Menghindari Plagiarisme
Dari penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa parafrase adalah penulisan kembali dengan kata dan struktur kalimat yang berbeda dari kutipan asli. Semoga penjelasan di atas bermanfaat, ya. (Anne)
