Konten dari Pengguna

Pengertian Parikan dan Contohnya dalam Bahasa Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menyusun parikan dalam bahasa Jawa. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyusun parikan dalam bahasa Jawa. Foto: Unsplash

Parikan yaiku unen-unen kang dumadi saka rong ukara. Dalam kesusastraan Jawa, parikan ini memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan jenis karya sastra Jawa lainnya.

Lantas, apa arti parikan yaiku unen-unen kang dumadi saka rong ukara? Untuk mengetahuinya lebih dalam, simak penjelasan mengenai pengertian parikan hingga contohnya di bawah ini.

Pengertian Parikan Lengkap dengan Contohnya

Ilustrasi menulis parikan dan contohnya. Foto. Unsplash

Dalam kesusastraan Jawa, parikan dikenal sebagai salah satu bentuk karya sastra yang mirip dengan pantun. Penjelasan lengkap mengenai pengertian parikan dipaparkan dalam buku berjudul Baboning Pepak Basa Jawa yang ditulis oleh Budi Anwari (2020: 178).

Dalam buku tersebut tertulis, “Parikan yaiku unen-unen kang dumadi saka rong ukara. Ukara sepisanan kanggo narik kawigaten, lan ukara kapindho minangka isi. Parikan iku kaya pantun nanging mung rong larik, parikan migunakake purwakanthi guru swara.”

Hal tersebut berarti parikan adalah rangkaian kalimat yang terdiri dari dua kata. Kalimat pertama adalah kalimat untuk menarik perhatian, dan kalimat kedua adalah isi.

Parikan berbentuk seperti pantun tetapi hanya terdiri dari dua baris. Parikan menggunakan rima guru suara yang sama.

Lebih lanjut, dalam buku berjudul Pantun dan Puisi Lama Melayu yang disusun oleh Eko Sugiarto (2016: 9) menyebutkan bahwa bentuk parikan dalam kesusastraan Jawa bisa disejajarkan dengan bentuk pantun dalam kesusastraan Melayu.

Dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa perbedaan antara parikan dan pantun terletak pada jumlah larik tiap bait.

Jika pantun terdiri dari empat baris, parikan biasanya hanya terdiri dari dua baris. Maka dari itu, parikan bisa disejajarkan dengan pantun kilat atau karmina dalam puisi Melayu.

Untuk memahaminya lebih lanjut, berikut adalah contoh parikan dua baris dan empat baris.

Contoh Parikan Dua Baris

1. Kopi bubuk, gula jawa

Yek kepethuk, atine lega

2. Mangan kupat, dicampur santen

Manawi lepat, nyuwun pangapunten

Contoh Parikan Empat Baris

1. Suwe ora mangan ketan

ketane digoreng sangan

Suwe ora ketemu mantan

ketemu pisan aweh undangan

2. Dino Jumat dino Minggu

lungo wedangan srawung kekancan

Rindune kumat pengen ketemu

neng kok kelingan wes dadi mantan.

Ciri-Ciri Parikan

Ilustrasi tulisan parikan. Foto. dok. fizkes di Unsplash

Secara umum, parikan memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan karya sastra lain. Adapun ciri-ciri parikan, yaitu:

  • Terdapat keterikatan gatra yaitu aturan jumlah baris tiap bait.

  • Terdapat gatra purwaka yang biasa disebut sampiran dan juga terdapat gatra tebusan yang merupakan isi atau inti.

  • Dalam parikan Jawa, ada parikan dua baris (parikan tunggal) dan empat baris (parikan ganda).

  • Pada parikan dua baris, bunyi sajak atau persamaan bunyi baris pertama sampiran harus sama dengan baris pertama isi.

  • Pada parikan empat baris, bunyi sajak baris pertama sampiran harus sama dengan baris pertama isi, serta baris kedua sampiran harus sama dengan baris kedua isi.

Baca Juga: 7 Contoh Pantun Puasa Jawa Lucu

Macam-Macam Parikan

Ilustrasi menulis parikan. Foto: Unsplash

Dikutip dari Filsafat dan Kearifan dalam Agama dan Budaya Lokal oleh Syarif Hidayatullah, dkk., ada dua macam parikan yang dikenal masyarakat Jawa, yaitu:

  1. Pitutur, yaitu parikan Jawa sebagai bentuk ungkapan untuk menyampaikan pengingat, nasihat, atau amanah.

  2. Peseman, yaitu parikan Jawa yang biasanya digunakan sebagai hiburan dan berisi candaan, guyonan, atau sindiran.

Berdasarkan macam-macamnya tersebut, berikut adalah beberapa contoh parikan Jawa yang bisa dipahami.

Parikan Jowo Nasehat

Parikan ini berisi pesan tentang nasihat, pengingat, atau amanah. Berikut contohnya:

  • Contoh 1

Wedang jeruk tanpa gula

Aja sok umuk tanpa guna

Artinya:

Minuman jeruk tanpa gula

Jangan sering sombong tidak ada gunanya

  • Contoh 2

Wajik klethik gula Jawa

Luwih becik kang prasaja

Artinya:

Wajik klethik gula Jawa

Lebih baik yang sederhana

  • Contoh 3

Kembang menur, sinebar den awur-awur

Yen wis makmur, aja lali mring sadulur

Artinya:

Bunga menur, tersebar berserakan

Jika sudah makmur, jangan lupa dengan saudara

Parikan Jowo Sindiran Konco dan Parikan Jowo Lucu

Parikan ini berisi sindiran, candaan, atau guyonan. Berikut contohnya:

  • Contoh 1

Pitik blorok, manak papat

Jare kapok, malah nekad

Artinya:

Ayam blorok, beranak empat

Katanya kapok, malah nekat

  • Contoh 2

Bisa nggender, ora bisa ndemung

bisa jejer, ora bisa nembung

Artinya:

Bisa bermain gender, tidak bisa bermain demung

Bisa duduk bersebelahan, tidak bisa meminang

  • Contoh 3

Bayeme, wis kuning-kuning

ayeme, yen uwis nyandhing

Artinya:

Bayamnya, sudah menguning

Leganya, jika sudah bersanding

Parikan Jowo Saru

Ilustrasi menulis parikan. Foto: Pexels

Parikan ini berisi pesan yang vulgar sebagai bahan guyonan. Berikut contohnya:

  • Contoh 1

Udan deres campur kilat

Pikiran ngeres, anune njengat

Artinya:

Hujan deras campur kilat

Pikiran ngeres, anunya terangkat

  • Contoh 2

Pitik walik nguntal watu

Wis nganggo gaya molak malik, kok ora metu-metu

Artinya:

Ayam terbalik makan batu

Sudah memakai gaya bolak-balik, kok tidak keluar-keluar

  • Contoh 3

Sepet-sepet sawone mentah

Diempet-empet, selak ra betah

Artinya:

Sepet-sepet sawonya mentah

Ditahan-tahan, keburu tidak tahan

Parikan Jowo Tresno

Parikan ini berisi tentang ungkapan mengenai hubungan percintaan, kasih sayang, dan sejenisnya. Berikut contohnya:

  • Contoh 1

Kutha sala ajeg rame, Sriwedari ing tengahe

Aku gelem macar kowe, ning janji ana nyatane

Artinya:

Kota saking tetap ramai, Sriwedari di tengahnya

Aku mau pacarin kamu, ini janji secara nyata

  • Contoh 2

Dolan neng kaliurang karo gowo rantang

Heii kowe sing tak sayang saiki malah ngilang

Artinya:

Main di kaliurang dengan bawa rencana

Hei kamu yang kusayang sekarang bahkan menghilang

  • Contoh 3

Tuku kacang dimasak jangan

Biyen disayang saiki diabaikan

Artinya:

Beli kacang dimasak jangan

Dahulu disayang sekarang diabaikan

Itulah penjelasan lengkap mengenai parikan dalam kesusastraan Jawa yang penting diketahui dan contohnya. Semoga penjelasan di atas dapat memperluas wawasan Anda khususnya mengenai ragam karya sastra di Indonesia.

(DAP & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu parikan?
chevron-down

Parikan adalah rangkaian kalimat yang terdiri dari dua kata. Kalimat pertama adalah kalimat untuk menarik perhatian, dan kalimat kedua adalah isi.

Apakah parikan sama dengan pantun?
chevron-down

Parikan berbentuk seperti pantun tetapi hanya terdiri dari dua baris. Parikan menggunakan rima guru suara yang sama.

Apa ciri-ciri parikan?
chevron-down

Terdapat keterikatan gatra yaitu aturan jumlah baris tiap bait, serta terdapat gatra purwaka yang biasa disebut sampiran dan juga terdapat gatra tebusan yang merupakan isi atau inti.