Pengertian Parikan dan Contohnya dalam Bahasa Jawa

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Parikan yaiku unen-unen kang dumadi saka rong ukara. Dalam kesusastraan Jawa, parikan ini memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan jenis karya sastra Jawa lainnya.
Lantas, apa arti parikan yaiku unen-unen kang dumadi saka rong ukara? Untuk mengetahuinya lebih dalam, simak penjelasan mengenai pengertian parikan hingga contohnya di bawah ini.
Pengertian Parikan Lengkap dengan Contohnya
Dalam kesusastraan Jawa, parikan dikenal sebagai salah satu bentuk karya sastra yang mirip dengan pantun. Penjelasan lengkap mengenai pengertian parikan dipaparkan dalam buku berjudul Baboning Pepak Basa Jawa yang ditulis oleh Budi Anwari (2020: 178).
Dalam buku tersebut tertulis, “Parikan yaiku unen-unen kang dumadi saka rong ukara. Ukara sepisanan kanggo narik kawigaten, lan ukara kapindho minangka isi. Parikan iku kaya pantun nanging mung rong larik, parikan migunakake purwakanthi guru swara.”
Hal tersebut berarti parikan adalah rangkaian kalimat yang terdiri dari dua kata. Kalimat pertama adalah kalimat untuk menarik perhatian, dan kalimat kedua adalah isi.
Parikan berbentuk seperti pantun tetapi hanya terdiri dari dua baris. Parikan menggunakan rima guru suara yang sama.
Lebih lanjut, dalam buku berjudul Pantun dan Puisi Lama Melayu yang disusun oleh Eko Sugiarto (2016: 9) menyebutkan bahwa bentuk parikan dalam kesusastraan Jawa bisa disejajarkan dengan bentuk pantun dalam kesusastraan Melayu.
Dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa perbedaan antara parikan dan pantun terletak pada jumlah larik tiap bait.
Jika pantun terdiri dari empat baris, parikan biasanya hanya terdiri dari dua baris. Maka dari itu, parikan bisa disejajarkan dengan pantun kilat atau karmina dalam puisi Melayu.
Untuk memahaminya lebih lanjut, berikut adalah contoh parikan dua baris dan empat baris.
Contoh Parikan Dua Baris
1. Kopi bubuk, gula jawa
Yek kepethuk, atine lega
2. Mangan kupat, dicampur santen
Manawi lepat, nyuwun pangapunten
Contoh Parikan Empat Baris
1. Suwe ora mangan ketan
ketane digoreng sangan
Suwe ora ketemu mantan
ketemu pisan aweh undangan
2. Dino Jumat dino Minggu
lungo wedangan srawung kekancan
Rindune kumat pengen ketemu
neng kok kelingan wes dadi mantan.
Ciri-Ciri Parikan
Secara umum, parikan memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan karya sastra lain. Adapun ciri-ciri parikan, yaitu:
Terdapat keterikatan gatra yaitu aturan jumlah baris tiap bait.
Terdapat gatra purwaka yang biasa disebut sampiran dan juga terdapat gatra tebusan yang merupakan isi atau inti.
Dalam parikan Jawa, ada parikan dua baris (parikan tunggal) dan empat baris (parikan ganda).
Pada parikan dua baris, bunyi sajak atau persamaan bunyi baris pertama sampiran harus sama dengan baris pertama isi.
Pada parikan empat baris, bunyi sajak baris pertama sampiran harus sama dengan baris pertama isi, serta baris kedua sampiran harus sama dengan baris kedua isi.
Baca Juga: 7 Contoh Pantun Puasa Jawa Lucu
Macam-Macam Parikan
Dikutip dari Filsafat dan Kearifan dalam Agama dan Budaya Lokal oleh Syarif Hidayatullah, dkk., ada dua macam parikan yang dikenal masyarakat Jawa, yaitu:
Pitutur, yaitu parikan Jawa sebagai bentuk ungkapan untuk menyampaikan pengingat, nasihat, atau amanah.
Peseman, yaitu parikan Jawa yang biasanya digunakan sebagai hiburan dan berisi candaan, guyonan, atau sindiran.
Berdasarkan macam-macamnya tersebut, berikut adalah beberapa contoh parikan Jawa yang bisa dipahami.
Parikan Jowo Nasehat
Parikan ini berisi pesan tentang nasihat, pengingat, atau amanah. Berikut contohnya:
Contoh 1
Wedang jeruk tanpa gula
Aja sok umuk tanpa guna
Artinya:
Minuman jeruk tanpa gula
Jangan sering sombong tidak ada gunanya
Contoh 2
Wajik klethik gula Jawa
Luwih becik kang prasaja
Artinya:
Wajik klethik gula Jawa
Lebih baik yang sederhana
Contoh 3
Kembang menur, sinebar den awur-awur
Yen wis makmur, aja lali mring sadulur
Artinya:
Bunga menur, tersebar berserakan
Jika sudah makmur, jangan lupa dengan saudara
Parikan Jowo Sindiran Konco dan Parikan Jowo Lucu
Parikan ini berisi sindiran, candaan, atau guyonan. Berikut contohnya:
Contoh 1
Pitik blorok, manak papat
Jare kapok, malah nekad
Artinya:
Ayam blorok, beranak empat
Katanya kapok, malah nekat
Contoh 2
Bisa nggender, ora bisa ndemung
bisa jejer, ora bisa nembung
Artinya:
Bisa bermain gender, tidak bisa bermain demung
Bisa duduk bersebelahan, tidak bisa meminang
Contoh 3
Bayeme, wis kuning-kuning
ayeme, yen uwis nyandhing
Artinya:
Bayamnya, sudah menguning
Leganya, jika sudah bersanding
Parikan Jowo Saru
Parikan ini berisi pesan yang vulgar sebagai bahan guyonan. Berikut contohnya:
Contoh 1
Udan deres campur kilat
Pikiran ngeres, anune njengat
Artinya:
Hujan deras campur kilat
Pikiran ngeres, anunya terangkat
Contoh 2
Pitik walik nguntal watu
Wis nganggo gaya molak malik, kok ora metu-metu
Artinya:
Ayam terbalik makan batu
Sudah memakai gaya bolak-balik, kok tidak keluar-keluar
Contoh 3
Sepet-sepet sawone mentah
Diempet-empet, selak ra betah
Artinya:
Sepet-sepet sawonya mentah
Ditahan-tahan, keburu tidak tahan
Parikan Jowo Tresno
Parikan ini berisi tentang ungkapan mengenai hubungan percintaan, kasih sayang, dan sejenisnya. Berikut contohnya:
Contoh 1
Kutha sala ajeg rame, Sriwedari ing tengahe
Aku gelem macar kowe, ning janji ana nyatane
Artinya:
Kota saking tetap ramai, Sriwedari di tengahnya
Aku mau pacarin kamu, ini janji secara nyata
Contoh 2
Dolan neng kaliurang karo gowo rantang
Heii kowe sing tak sayang saiki malah ngilang
Artinya:
Main di kaliurang dengan bawa rencana
Hei kamu yang kusayang sekarang bahkan menghilang
Contoh 3
Tuku kacang dimasak jangan
Biyen disayang saiki diabaikan
Artinya:
Beli kacang dimasak jangan
Dahulu disayang sekarang diabaikan
Itulah penjelasan lengkap mengenai parikan dalam kesusastraan Jawa yang penting diketahui dan contohnya. Semoga penjelasan di atas dapat memperluas wawasan Anda khususnya mengenai ragam karya sastra di Indonesia.
(DAP & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu parikan?

Apa itu parikan?
Parikan adalah rangkaian kalimat yang terdiri dari dua kata. Kalimat pertama adalah kalimat untuk menarik perhatian, dan kalimat kedua adalah isi.
Apakah parikan sama dengan pantun?

Apakah parikan sama dengan pantun?
Parikan berbentuk seperti pantun tetapi hanya terdiri dari dua baris. Parikan menggunakan rima guru suara yang sama.
Apa ciri-ciri parikan?

Apa ciri-ciri parikan?
Terdapat keterikatan gatra yaitu aturan jumlah baris tiap bait, serta terdapat gatra purwaka yang biasa disebut sampiran dan juga terdapat gatra tebusan yang merupakan isi atau inti.
