Pengertian, Penyebab, dan Jenis-Jenis Masswasting Tanah

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masswasting merupakan proses perpindahan massa batuan atau tanah. Fenomena alam yang satu ini memang kerap terjadi. Tak terkecuali di Indonesia yang banyak memiliki lereng dan tebing dengan kemiringan ekstrem.
Maka dari itu, tak heran jika masswasting menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian khusus. Untuk Anda yang ingin tahu penjelasan selengkapnya tentang masswasting, simak artikel ini sampai akhir, ya.
Baca Juga: La Nina adalah Fenomena tentang Iklim, Apa Maksudnya?
Pengertian dan Penyebab Masswasting Tanah
Mengutip dari buku Vulkanologi karya Muhammad Isa (2020:23), masswasting adalah pemindahan massa batuan atau tanah secara besar-besaran ke tempat yang lebih rendah.
Fenomena ini menjadi hal yang lumrah terjadi di daerah lereng pegunungan. Tentunya ada banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya masswasting ini.
Berikut adalah berbagai penyebab masswasting yang dapat Anda ketahui.
Kemiringan lereng, di mana kondisi lereng yang curam dapat berpotensi memperbesar terjadinya masswasting.
Gravitasi, di mana derajat kemiringan lereng yang semakin besar juga membuat gravitasi yang bekerja juga semakin kuat.
Air yang berfungsi sebagai penambah besar gerakan serta penambah beban yang mempermudah gerakan.
Gempa atau getaran yang bisa disebabkan oleh faktor alam maupun karena mesin yang digunakan oleh manusia.
Curah hujan, di mana semakin tinggi curah hujan, maka akan berakibat pada limpasan air di lereng juga semakin besar.
Perubahan kondisi vegetasi adalah kondisi lereng gundul yang mempermudah terjadinya masswasting.
Jenis-Jenis Masswasting
Adapun berbagai jenis masswasting adalah sebagai berikut.
Rayapan tanah, yakni proses gerakan tanah yang terjadi sangat lambat.
Aliran tanah, yakni masswasting yang umumnya terjadi di wilayah lembab dengan lereng yang curam.
Aliran lumpur, yakni masswasting yang terjadi dengan jalan menuruni lereng di perbukitan dan pegunungan.
Tanah longsor, yakni massa batuan yang meluncur ke bawah dengan cepat pada bidang miring rata, seperti pada patahan. Adapun runtuhan tanah adalah massa batuan yang meluncur pada bidang miring yang cekung.
Guguran batu, yakni jenis masswasting yang paling cepat terjadi, di mana massa batuan yang bergerak jatuh secara bebas dari tebing curam dengan ukuran yang bervariasi. Mulai dari batu kecil hingga berupa bongkahan sebesar rumah.
Itulah penjelasan mengenai fenomena masswasting yang kerap terjadi pada lereng atau tebing dengan kemiringan ekstrem. (Anne)
