Pengertian Rukun dan Penerapannya dalam Kehidupan Bermasyarakat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjalani kehidupan yang rukun adalah suatu dambaan bagi setiap masyarakat Indonesia. Menjalani hidup rukun tidak dapat dilakukan sendiri karena kita perlu orang lain untuk merealisasikan kerukunan tersebut. Oleh karena itu, agar dapat menerapkan kerukunan, maka sebisa mungkin kita perlu menghindari sikap individualisme.
Mengutip buku Pentingnya Hidup Rukun oleh Purwaningsih (2012), kata “Rukun” berasal dari bahasa Arab “Ruknum” yang artinya asas-asas atau dasar layaknya rukun Islam. Jika dilihat dari kedudukannya, rukun termasuk bagian dari kata sifat yang bermakna baik atau damai.
Pengertian hidup rukun mencerminkan suasana yang tenang, damai, dan tidak ada kebencian antar masyarakat. Meskipun bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, adat, budaya, agama, dan ras, hal tersebut bukan menjadi hambatan untuk menjalani hidup rukun dan saling toleransi.
Penerapan Hidup Rukun di Rumah
• Menonton televisi bersama keluarga.
• Makan bersama keluarga di meja makan
• Saling menghormati privasi antarkeluarga.
• Menjaga kesopanan kepada orang yang lebih tua.
• Mematuhi perintah orang tua selama dalam hal kebaikan.
• Tidak bertengkar dengan adik, kakak, atau orang tua.
• Saling membantu untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
Penerapan Hidup Rukun di Sekolah
• Mematuhi perintah guru.
• Gotong royong melaksanakan kerja bakti.
• Kerja sama menjalankan piket kelas.
• Bersikap jujur, ramah, dan sopan kepada setiap orang.
• Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan warna kulit, suku, agama, dan budaya.
Penerapan Hidup Rukun di Masyarakat
• Membantu tetangga yang mengalami kesulitan.
• Saling menghormati dan menghargai antarsesama.
• Melaksanakan kerja bakti di lingkungan setempat.
• Saling bertegur sapa dengan tetangga jika bertemu.
• Saling memberi jika memiliki rezeki yang lebih.
Hidup rukun dapat diimplementasikan di mana saja dan kapan saja. Tidak hanya di rumah, kita juga perlu menjaga kerukunan dan keharmonisan hubungan antar sesama manusia di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Bersikap rukun juga berarti bersikap humanis karena kita saling menghargai perbedaan antarmanusia. Dengan menjaga kerukunan, maka kita dapat saling bergotong royong dan saling membantu. Hal ini sesuai dengan pepatah, “Berat sama dijinjing, ringan sama dipikul.” Kesulitan akan lebih mudah di atasi jika kita menerapkan kerja sama dalam kehidupan.(DLA)
