Konten dari Pengguna

Pengertian Sedekah Jariyah dalam Islam yang Penuh dengan Pahala

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

illustrasi sedekah jariyah. sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
illustrasi sedekah jariyah. sumber: unsplash.com

Umat Islam mengenal berbagai jenis sedekah, namun satu yang paling sering disebut adalah sedekah jariyah. Konon sedekah jariyah adalah sedekah yang tidak akan terputus pahalanya bahkan sesudah kita meninggal nantinya.

Dalam hadis riwayat Muslim dijelaskan bahwa:

“Apabila anak cucu Adam itu meninggal, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu: Sedekah jariyah, anak yang sholeh yang memohonkan ampunan untuknya (Ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna setelahnya". (HR. Muslim)

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa amalan dan pahala sedekah jariyah tidak akan terputus bahkan sesudah seseorang meninggal. Seperti apa sedekah jariyah itu sebenarnya?

Baca juga: 3 Amalan yang Tidak Terputus Setelah Manusia Meninggal Dunia

Pengertian Sedekah Jariyah

Ilustrasi sedekah jariyah. Foto: pixabay

Sedekah sendiri berasal dari istilah bahasa Arab yaitu shidqah atau shodaqoh yang artinya pemberian dan bisa juga diartikan sebagai qardhul hasan, atau pinjaman yang baik. Sedangkan Jariyah sendiri berarti mengalir. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa secara bahasa sedekah jariyah berarti sedekah yang mengalir.

Menurut buku Sedekah Pengubah Nasib: Membuka Jalan Rezeki dengan Banyak Memberi (2021:14) karya Aditya Akbar Hakim, sedekah jariyah berbeda dengan sedekah biasa. Letak perbedaannya adalah pada kadar pahala yang terus mengalir pada pelaku sedekah jariyah meski orang tersebut sudah meninggal dunia.

Masih dalam buku yang sama, dijelaskan bahwa amal sedekah kita akan dikategorikan sebagai sedekah jariyah jika ia memberikan manfaat bagi orang lain meskipun pelaku sedekahnya telah tiada. Hal ini karena apa yang disedekahkan dan diberikan masih tetap bermanfaat bagi orang lain dan senantiasa memiliki manfaat dalam durasi waktu yang panjang nantinya.

Contoh sedekah jariyah antara lain harta yang diwakafkan untuk kepentingan umat, pembangunan masjid, renovasi sekolah, pendirian rumah sakit, dan pemberian-pemberian lain yang memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kuncinya bukan pada jumlah harta yang diberikan, melainkan keikhlasan, manfaat, dan niat dari pelaku yang bersedekah di jalan Allah.

Agar amal yang kita kerjakan dicatat oleh para malaikat Allah sebagai amal jariyah, maka amal tersebut haruslah bertujuan mencapai keridhaan Allah SWT dan memberikan manfaat terus-menerus bagi orang banyak. Inilah pengertian dari sedekah jariyah yang sesungguhnya.

Baca juga: Mengapa Bersedekah Harus Dilakukan dengan Hati? Ini Penjelasannya

Keistimewaan Sedekah Jariyah

Ilustrasi memberikan sedekah. Foto: Getty Images

Keistimewaan sedekah jariyah, yaitu kebaikannya akan terus dirasakan hingga orang yang bersedekah itu meninggal dunia. Misalnya ketika ada orang yang mewakafkan tanahnya untuk dibangun mushola. Kemudian, ia meninggal dunia.

Maka, selama mushola tersebut beroperasi, pahala orang yang sholat di dalamnya akan terus mengalir sampai kapan pun. Orang yang mewakafkan tanahnya tadi akan memanen kebaikan yang berlipat ganda.

Umat Muslim dianjurkan untuk menunaikan sedekah jariyah. Berikut ini keistimewaan sedekah jariyah selengkapnya yang bisa Anda simak:

1. Menghapus dosa

Mengutip buku Bukan Dosa Ternyata Dosa susunan Abduh Al-Barraq (2010), sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah dan menghapus dosa-dosa serta kekhilafan. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 271:

“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”

2. Memperoleh syafaat

Sedekah dapat mendatangkan naungan atau syafaat bagi pelakunya kelak. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta dan tidaklah seseorang yang memaafkan kezaliman orang lain kecuali Allah akan menambahkan baginya kemuliaan dan ia tidak akan dirugikan.” (HR. Ahmad)

3. Menuai keberkahan

Keberkahan yang dimaksud adalah kebaikan berlipat ganda. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah 265 yang artinya:

"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat."

4. Sebagai bukti keimanan

Sedekah merupakan bukti keimanan yang cukup konkret. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim)

5. Membuka Pintu Rezeki

Umat Muslim yang bersedekah akan dibukakan pintu rezeki yang luas oleh Allah SWT. Dalam sebuah kisah, Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan bahwa jika ingin mendatangkan rezeki, sedekah bisa menjadi alat pancingnya.

Dengan bersedekah, rezeki seseorang akan mudah datang kembali. Bahkan, Allah SWT menjanjikan balasan yang lebih besar dan berlipat-lipat ganda.

(AGI)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan sedekah jariyah?
chevron-down

Sedekah jariyah berarti sedekah yang mengalir.

Apa contoh sedekah jariyah?
chevron-down

Contoh sedekah jariyah antara lain harta yang diwakafkan untuk kepentingan umat, pembangunan masjid, renovasi sekolah, pendirian rumah sakit, dan lain-lain.

Apa keutamaan sedekah jariyah?
chevron-down

Tidak akan terputus pahalanya bahkan sesudah kita meninggal nantinya.