Konten dari Pengguna

Pengertian, Sejarah, dan Contoh Dinamisme

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dinamisme adalah (Foto: Sung Shin | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dinamisme adalah (Foto: Sung Shin | Unsplash.com)

Sebelum mengenal agama seperti sekarang ini, nenek moyang kita menganut berbagai kepercayaan seperti animisme dan dinamisme. Dinamisme adalah kepercayaan pada suatu benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Mayoritas masyarakat Indonesia sekarang sudah beragama, namun masih ada sebagian masyarakat yang mempraktekkan kepercayaan dinamisme. Apa sebenarnya dinamisme? Berikut ini uraian mengenai pengertian, sejarah, dan contohnya.

Baca juga: Mengenal Sistem Kepercayaan Manusia pada Zaman Praaksara

Pengertian Dinamisme

Ilustrasi Pengertian Dinamisme adalah (Foto: Maxwell Andrews | Unsplash.com)

Dilansir dari kbbi.kemdikbud.go.id, dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup.

Sedangkan, menurut Sriyana dalam buku Sosiologi Pedesaan (2022), secara etimologis kata dinamisme berasal dari bahasa Yunani dunamos dan bahasa Inggris dynamic yang umumnya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai kekuatan, kekuasaan, atau khasiat.

Dinamisme merupakan paham/kepercayaan bahwa terdapat kekuatan pada benda-benda tertentu baik benda hidup, mati, atau benda ciptaan.

Menurut istilah, dinamisme merupakan suatu dorongan yang mengajarkan bahwa setiap benda memiliki suatu daya kekuatan yang dipercaya keramat, halus maupun berjasad, dimiliki atau tidak dapat dimiliki oleh benda, binatang dan manusia.

Manusia, hewan, atau benda tersebut harus dihormati dengan cara menjalankan berbagai ritual.

Sejarah Dinamisme

Dikutip dari Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya untuk Kelas XII SMA/MA oleh Sutardi (2007), pada abad ke-19, seorang antropolog Inggris bernama R.R. Marret berpendapat bahwa pangkal dari perilaku keagamaan bukan kepercayaan terhadap roh halus (animisme), melainkan karena perasaan rendah diri manusia terhadap berbagai gejala dan peristiwa dalam hidupnya.

Manusia merasa tidak bisa mengimbangi kekuatan gejala atau peristiwa luar biasa yang melebihi kekuatan manusia. Marret berpendapat bahwa kepercayaan terhadap kekuatan supernatural sudah ada sebelum adanya kepercayaan animisme. Teori beliau sering disebut sebagai teori pre-animisme.

Contoh Dinamisme

Contoh dinamisme bisa dilihat dari peninggalan tradisi megalitikum. Manusia pada zaman itu membuat bangunan besar yang terbuat dari batu. Bangunan yang dimaksud adalah sarkofagus, menhir, dan dolmen.

Bangunan tersebut dibuat dengan tujuan untuk dijadikan sebagai sarana melaksanakan ritual ungkapan syukur dan persembahan bagi alam. Pada zaman itu, manusia meyakini bahwa batu-batu tersebut memiliki kekuatan alam yang melebihi kemampuan akal dan pikiran manusia.

Itulah pengertian, sejarah dan contoh dinamisme. Semoga informasi yang diberikan bisa bermanfaat. (KRIS)