Konten dari Pengguna

Pengertian, Sejarah, dan Jenis Cabang Olahraga Atletik

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi olahraga atletik yang dikenal sebagai induk segala olahraga. Foto: Unsplash/Chau Cédric
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga atletik yang dikenal sebagai induk segala olahraga. Foto: Unsplash/Chau Cédric

Olahraga adalah aktivitas yang dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan fisik, sehingga banyak sekali cabang olahraga yang diperlombakan. Salah satu cabang olahraga yang banyak diperlombakan adalah olahraga atletik. Sebenarnya, apa pengertian atletik dan bagaimana sejarah dan jenis cabang olahraga yang satu ini?

Baca Juga: Mengenal Jalan dan Lari sebagai Nomor Cabang Olahraga Atletik

Pengertian, Sejarah, dan Jenis Cabang Olahraga Atletik

Ilustrasi cabang olahraga atletik. Foto: Unsplash/Zach Lucero

Dikutip dari buku Pandai Mengajar dan Melatih Atletik oleh Pungki Indarto, S.Pd., M.Or., dkk (2018: 7), pengertian atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Athlon yang berarti berlomba atau bertanding. Istilah lain yang mengandung kata Athlon adalah Pentathlon. Istilah ini berasal dari dua kata, yaitu Penta yang berarti lima, dan Athlon yang berarti lomba. Jadi Pentathlon berarti lima lomba atau pancalomba.

Istilah lain yang menggunakan kata atletik adalah Athletics (bahasa Inggris), Athletiek (bahasa Belanda), Athletuque (bahasa Perancis), dan Ahtletik (bahasa Jerman). Walaupun berbeda dalam kata yang digunakan namun semua ini mempunyai istilah yang sama namun artinya tidak sama dengan istilah atletik yang ada di Indonesia.

Istilah atletik di Indonesia diartikan sebagai cabang olahraga yang memperlombakan nomor-nomor jalan, lari, lompat, dan lempar. Istilah lain yang mempunyai arti sama dengan istilah yang digunakan di Indonesia adalah Leichtathletik (Jerman), Athletismo (Spanyol), Olahraga (Malaysia), dan Track and Field (USA).

Sejarah Atletik

Sejarah atletik sudah ada sejak zaman purba, yakni saat manusia masih hidup dalam peradaban yang sangat primitif, di mana hukum rimba berlaku sangat keras, yaitu yang lemah akan dimakan yang kuat. Dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kelangsungan hidup, maka manusia perlu makan, minum, dan bermasyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam perburuan binatang dan mengumpulkan buah-buahan untuk dijadikan makanannya, maka manusia melakukan kegiatan seperti memanjat, melempar, atau melompat. Ketangkasan itu berguna untuk menghindari bahaya yang dihadapi atau dengan berlari sekencang-kencangnya. Mereka dapat berjalan bermil-mil jauhnya serta berlari secepat-cepatnya dengan atau tanpa runtanga.

Kemudian pada tahun 776 SM, bangsa Yunani menyelenggarakan pesta olahraga yang dinamakan The Acient Olympic Games. Nomor yang dipertandingkan dalam olimpiade tersebut adalah lomba lari, pentathlon, pancration, gulat, tinju, dan pacuan kuda.

Pada tahun 186 SM, bangsa Romawi lebih banyak menyenangi para “gladiator”. Pada saat itu kegiatan olahraga yang disenangi adalah olahraga yang menampilkan adu kejantanan, adu pedang, dan pertarungan yang kadang-kadang sampai matai, baik lawannya manusia maupun binatang buas. Akibatnya olahraga atletik pada saat itu dilupakan orang.

Dampaknya adalah bangsa Eropa mengalami kekalahan dalam peperangan yang disebabkan olah kurangnya pemuda yang terampil dan kuat fisiknya. Maka secara tidak langsung olahraga atletik berkembang lagi.

Akhirnya kegemaran atletik mulai dihidupkan kembali dan perlombaan dalam cabang atletik mulai diadakan secara sporadis di benua Eropa, yakni pada abad pertengahan. Popularitas olahraga atletik ini mulai terasa meningkat serta menyebar luas setelah sekolah-sekolah dan universitas-universitas di negeri Inggris mulai membina dan memasukkannya ke dalam lingkungan pendidikan masing-masing.

Cabang olahraga atletik memperoleh kembali keunggulan dan keutamaanya seperti sedia kala berkat dihidupkannya kembali gerakan Olympiade Modern mulai tahun 1896 di Athena.

Jenis Cabang Atletik

Cabang-cabang atletik dibagi menjadi 3, yakni:

Nomor Lari

Nomor lari terdiri dari 11 event individual dan estafet 4 x 100m dan 4 x 400m, dikelompokkan ke dalam beberapa grup seperti berikut ini:

  • Sprint dekat (100m, 200m)

  • Sprint jauh (400m)

  • Jarak menengah dekat (800m)

  • Jarak menengah (1500m)

  • Jarak menengah jauh (5000m)

  • Jarak jauh (10.000m dan marathon 42, 195m)

  • Lari gawang (110 dan 400m)

Sifat-sifat dari nomor lari:

  • Lebih banyak neuro-muscularnya (lari jarak pendek dan lari gawang)

  • Lebih banyak cardio-respirator (jarak menengah dan jauh)

  • Tergantung atas kemampuan atau kapasitas tahan (aerobik dan anaerobik)

  • Adaptasi fisiologis mendahului teknik

  • Nomor lari jarak pendek 100m dan 200m tidak melalui satu putaran tetapi 400m adalah tepat satu putaran. Untuk 800m ke atas dilombakan di atas lintasan, sedang untuk marathon, start dan finish di lintasan, tetapi jarak selebihnya dilakukan di luar lintasan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi nomor lari

  • Frekuensi (kecepatan gerakan)

  • Kekuatan (daya yang cepat)

  • Panjang langkah

  • Daya tahan (otot dan organ tubuh)

  • Teknik (koordinasi)

  • Kapasitas neuro-muscular 100m, 200m, 400m, 800m

  • Kapasitas elastisitas dan fleksibilitas 100m, 200m, 400m, 800m, 1500m, dan 5000m

  • Kapasitas psikologis. Untuk semua jarak lari.

  • Kapasitas energi yang maksimal sampai jarak 800m.

  • Usaha dan tenaga yang ekonomis dari jarak 1500m.

Nomor Lompat

Nomor lompat meliputi gerakan lari awalan, diikuti gerakan tolakan kaki gerak melayang dan gerakan jatuh/mendarat, di antaranya:

  • Lompat tinggi

  • Lompat jauh

  • Lompat galah

  • Lompat jingkat

  • Komponen-komponen lompatan:

  • Kecepatan tolak (take off)

  • Sudut lompatan

  • Trajektori (lintasan perjalanan) titik pusat gravitasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi lompatan

  • Kecepatan linier (percepatan lari awalan)

  • Phase melayang (dengan kurva parabola)

Teknik Lompat:

  • Lari awalan (run up)

  • Bertolak (take off)

  • Sifat melayang

Sifat-sifat teknis lompatan:

  • Lompat jauh dan lompat jingkat adalah lompatan horizontal untuk mencapai jarak, sedang lompat tinggi dan lompat galah adalah lompatan vertikal untuk mencapai ketinggian.

  • Jadi dua lompatan yang pertama memiliki kurva parabola di bawah 45°.

  • Sedangkan lompatan lainnya diatas 45°. Dalam nomor lompat adalah badan si pelompat sendiri yang diproyeksikan.

Sifat-sifat fisis

  • Kekuatan tubuh bagian bawah (untuk lompat galah termasuk tubuh bagian atas), keseimbangan mobilitas yang tinggi dan loncatan yang besar.

Nomor Lempar

  • Lempar lembing

  • Lempar cakram

  • Lempar martil

  • Tolak peluru

Unsur-unsur nomor lempar:

  • Kecepatan gerak

  • Arah kekuatan

  • Sudut proyeksi

Faktor-faktor yang mempengaruhi:

  • Tahap persiapan (kecepatan gerakan)

  • Tahap percepatan (penggunaan kekuatan)

  • Trayektori (posisi dalam melayang)

Sifat-sifat teknis:

Penambahan kecepatan pada alat, jarak dan arah gerakan yang dilakukan selama lemparan, akan menentukan jarak lemparan, bersama dengan faktor aerodinamika dan gravitasi.

Sifat-sifat fisis:

Atlet nomor lempar ini umumnya memiliki fisik dengan susunan otot besar, kekuatan, kemampuan gerak eksplosif dan kemampuan ber-relaksasi.

Ternyata terdapat banyak sekali cabang atletik yang dikenal sebagai induk segala olahraga. Apakah kamu tertarik untuk mengikuti salah satu di antara cabang atletik di atas?(MZM)