Entertainment
·
18 Februari 2021 14:43

Pengertian Sudut Pandang dalam Cerita Fiksi

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Pengertian Sudut Pandang dalam Cerita Fiksi (713205)
searchPerbesar
Ilustrasi menulis cerita fiksi, sumber: Unsplash
Pengertian sudut pandang adalah bagaimana penulis memposisikan tokoh utamanya di dalam karya fiksi yang dituliskan. Pemilihan sudut pandang juga akan memengaruhi pembacanya sehingga membuat pembaca merasa lebih terhubung dan bisa ikut merasakan pengalaman pada tokoh yang ada di dalam cerita fiksi tersebut.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Teori Pengkajian Fiksi, karya Burhan Nurgiyantoro terbitan tahun 2008, yang bersumber pada Abrams, (1999:94) sebuah karya fiksi memiliki pengertian sebagai berikut:

Fiksi merupakan karya naratif yang isinya tidak menyaran pada kebenaran faktual atau sesuatu yang benar-benar terjadi. Fiksi menunjuk pada karya rekaan yang berasal dari daya kreativitas penulisnya sehingga tidak perlu dicari kebenarannya.

Pengertian Sudut Pandang dan Jenisnya

Untuk membuat sebuah cerita fiksi menjadi menarik, penulis harus menggunakan sudut pandang yang sesuai agar cerita menjadi lebih memikat dan terhubung dengan pembaca.
Setelah mengetahui pengertian sudut pandang di atas, berikut ini adalah jenis sudut pandang yang biasanya digunakan oleh penulis:
1. Sudut pandang orang pertama
Dalam sudut pandang orang pertama, penulis seakan-akan mengajak pembaca untuk menjalani dan merasakan semua yang dialami oleh tokoh utama, karena penulis menggambarkan tokoh utama sebagai “aku”.
ADVERTISEMENT
Karena digambarkan sebagai “aku” maka penulis pun bisa menyebutkan secara detil gambaran apa yang dialami si “aku” dan juga apa yang dirasakan oleh tokoh “aku”.
2. Sudut pandang orang kedua
Pada cerita fiksi dengan sudut pandang orang kedua, penulis menempatkan pembaca seolah-olah sebagai tokoh utama dengan menyebut kata ganti orang kedua, yakni “kamu.”
3. Sudut pandang orang ketiga
Dalam cerita fiksi yang menggunakan sudut pandang orang ketiga, penulis seolah-olah menggambarkan tokoh utama sebagai “dia” atau biasanya disebutkan langsung namanya. Penulis seakan berada di luar cerita dan mengisahkan kisah tokoh utamanya dari sudut pandang luar kepada pembacanya.(Adelliarosa)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020