Pengertian Teks Narasi Sugestif lengkap dengan Struktur dan Contohnya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika kamu ingin menulis cerpen atau novel dengan pesan moral mendalam, maka kamu perlu terlebih dahulu memahami penulisan teks narasi sugestif. Apa itu teks narasi sugestif? Simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu Teks Narasi Sugestif?
Melansir buku BPSC Modul Bahasa Indonesia SD/MI Kelas V, Agus Sasono, (2021: 84), teks narasi adalah teks yang berisi rangkaian peristiwa secara kronologis, baik yang merupakan fakta maupun fiksi.
Nah, teks narasi sugestif adalah salah satu jenis teks narasi yang ditulis dengan tujuan terselubung bagi pembacanya.
Struktur Teks Narasi Sugestif
Bertujuan untuk menghibur pembacanya dan memberikan pesan moral yang penting, teks narasi sugestif harus disusun berdasarkan struktur berikut:
Orientasi
Bagian pertama di dalam teks narasi ini menjelaskan penokohan, sifat para tokoh, tempat, dan waktu dari cerita tersebut.
Komplikasi
Selanjutnya, ada bagian komplikasi, di mana penulis mulai menceritakan kejadian penting, seperti: pemicu konflik antar tokoh yang kemudian mengakibatkan terjadinya berbagai peristiwa lain, hingga akhirnya mencapai klimaks cerita.
Resolusi
Di bagian resolusi, konflik mulai menurun dan bisa diselesaikan.
Reorientasi
Bagian reorientasi adalah penutup cerita yang mengandung pesan moral yang bisa dipetik dari kisah yang disajikan.
Contoh Teks Narasi Sugestif
Agar lebih jelas, simak contoh teks narasi sugestif berikut ini:
Siang itu sepulang sekolah, Elsa tidak melewati jalan biasa.
Ia berbelok ke Jalan Maluku, yang berada di sisi kiri SD-nya, karena sang ibu menyuruhnya untuk membeli roti dan kue di Endolita Astogeh Bakery.
Tiba di sana, ia langsung memilih roti dan kue yang dipesan ibunya. Aroma kue dari rumah produksi toko membuat perutnya keroncongan.
Di kasir, Elsa membayar roti dan kue yang dibelinya seharga Rp40.000. Ia kemudian mengambil setruknya dan memberikan uang Rp50.000 kepada kasir.
Setelah menerima uang kembalian, ia langsung memasukkannya ke dalam sakunya.
Sampai di Jalan Riau, Elsa berhenti sejenak untuk membeli es kocok kesayangannya.
Saat ia mau membayar, ia tertegun, karena ada uang Rp100.000 di sakunya, yang merupakan uang kembalian dari Endolita Astogeh Bakery.
Ternyata sang kasir memberikan uang kembalian yang terlalu banyak.
Setelah membayar es kocok tersebut, ia bergegas kembali ke Endolita Astogeh Bakery.
Elsa mengembalikan kelebihan uang kembalian tersebut kepada sang kasir dan dipuji atas kejujurannya.
Nah, kini untuk mulai menulis teks narasi sugestifmu sendiri, kamu bisa mencari inspirasi dari berbagai kejadian di dalam hidupmu maupun orang lain. Semangat! (BRP)
