Penggunaan Tanda Titik dalam Kalimat yang Benar

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan tanda titik dalam kalimat yang benar penting untuk diketahui. Dalam sebuah penulisan, penggunaan tanda titik ini menjadi tanda baca yang selalu digunakan untuk mengakhiri kalimat.
Selain sebagai simbol akhir kalimat, tanda titik juga digunakan untuk memberikan insyarat menurunkan intonasi pada saat membaca. Sebagai tanda baca umum yang sering digunakan sehari-hari, maka penting untuk mengetahui penggunaannya dalam sebuah kalimat.
Penggunaan Tanda Titik dalam Kalimat
Dikutip dari buku EYD Bahasa Indonesia, Ainia Prihantini (2015), tanda titik adalah tanda baca yang digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat. Dalam PUEBI sudah diatur mengenai penggunaan tanda titik dalam kalimat yang benar.
Berikut penggunaan tanda titik yang benar sesuai dengan PUEBI:
1. Tanda Titik Dipakai pada Akhir Kalimat Pernyataan
Misalnya:
Mereka duduk di sana.
Dia akan datang pada pertemuan itu.
2. Tanda Titik Dipakai di Belakang Angka atau Huruf dalam Suatu Bagan, Ikhtisar, atau Daftar
Misalnya:
A. Bahasa Indonesia
1. Kedudukan
2. Fungsi
B. Bahasa Daerah
1. Kedudukan
2. Fungsi
Catatan:
Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian.
Tanda titik tidak dipakai pada akhir penomoran digital yang lebih dari satu angka (seperti pada Misalnya III.A.2.b).
Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.
3. Tanda Titik Dipakai untuk Memisahkan Angka Jam, Menit, dan Detik yang Menunjukkan Waktu atau Jangka Waktu
Misalnya:
Pukul 01.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik)
01.35.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)
00.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
00.00.30 jam (30 detik)
4. Tanda Titik Dipakai dalam Daftar Pustaka di Antara Nama Penulis, Tahun, Judul Tulisan (yang Tidak Berakhir dengan Tanda Tanya atau Tanda Seru), dan Tempat Terbit.
Misalnya:
Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Peta Bahasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta.
Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.
5. Tanda Titik Dipakai untuk Memisahkan Bilangan Ribuan atau Kelipatannya yang Menunjukkan Jumlah
Misalnya:
Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau.
Penduduk kota itu lebih dari 7.000.000 orang.
Catatan:
Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, ilustrasi, atau tabel.
Tanda titik tidak dipakai di belakang (a) alamat penerima dan pengirim surat serta (b) tanggal surat.
Baca Juga: Aturan Penggunaan Tanda Tanya sesuai Kaidah Ejaan yang Benar
Itulah penjelasan mengenai penggunaan tanda titik dalam kalimat yang benar sesuai dengan PUEBI. Penggunaan tanda titik ini penting diketahui agar tulisan lebih terstruktur dan jelas. (Umi)
