Konten dari Pengguna

Penjelasan Aturan Tembang Macapat Lengkap dengan Jenisnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Aturan Tembang Macapat. Foto: dok. Patrick Tomasso (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Aturan Tembang Macapat. Foto: dok. Patrick Tomasso (Unsplash)

Tembang macapat adalah salah satu jenis karya sastra tradisional yang ada di Indonesia. Pembahasan mengenai soal “sebutkan aturan tembang macapat” yang disajikan dalam artikel ini dapat membantu Anda dalam mengenal aturan yang berlaku dalam tembang macapat.

Selain memiliki aturan khusus dalam penyusunannya, tembang macapat juga memiliki keunikan dari jenis-jenisnya. Ulasan tentang aturan tembang macapat beserta jenis-jenisnya ini dapat memperkaya wawasan mengenai karya sastra yang ada di Indonesia.

Penjelasan Aturan Tembang Macapat Lengkap dengan Ragam Jenisnya

Ilustrasi Aturan Tembang Macapat. Foto: dok. Aaron Burden (Unsplash)

Keragaman karya sastra yang ada di Indonesia merupakan salah satu bukti kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Salah satu karya sastra yang ada di Indonesia adalah tembang macapat. Tembang macapat merupakan salah satu tembang atau puisi tradisional yang berasal dari Jawa.

Tembang macapat ini juga dikenal memiliki beberapa baris kalimat khusus yang disebut dengan istilah gatra. Penjelasan lengkap mengenai apa itu tembang macapat dipaparkan secara rinci dalam buku berjudul Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar yang disusun oleh Endang Sri Maruti, S.Pd., M.Pd. (2015:133).

Dikutip dari dalam buku tersebut bahwa tembang macapat adalah sebuah bentuk puisi jawa tradisional dengan beberapa aturan tertentu seperti guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu. Guru gatra adalah jumlah baris di setiap bait tembang. Guru wilangan adalah jumlah suku kata di setiap baris tembang. Sedangkan guru lagu adalah bunyi vokal di setiap akhir baris.

Tembang macapat dapat diartikan sebagai maca papat-papat yang berarti membaca empat-empat ini dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, Sunda bahkan Palembang. Tembang macapat yaiku memiliki beberapa jenis metrum. Secara garis besar terdapat lima belas jenis metrum.

Penulisan tembang macapat memiliki aturan dalam jumlah baris, jumlah suku kata, ataupun bunyi sajak akhir tiap baris yang disebut guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. Pembahasan mengenai aturan tembang macapat dijelaskan dalam buku berjudul Belajar Bahasa Daerah Jawa Untuk Mahasiswa PGSD dan Guru SD yang ditulis oleh Rian Damariswara (2020: 128).

Tertulis dalam buku tersebut bahwa aturan yang mengikat dalam tembang macapat antara lain guru lagu, guru gatram dan guru wilangan. Guru lagu adalah suara vokal pada akhir baris (a, i, u, e, dan o). Sedangkan guru gatra adalah jumlah baris pada bait. Dan guru wilangan adalah jumlah suku kata pada setiap baris.

Selain memiliki aturan khusus tembang macapat juga memiliki keunikan dengan adanya keragaman jenis tembang. Berikut ini adalah jenis tembang macapat baik dari jenis metrum tembang cilik, tembang tengahan dan tembang gedhé:

  • Asmaradana

  • Balabak

  • Dhandhanggula

  • Durma

  • Girisa

  • Gambuh

  • Maskumambang

  • Mijil

  • Megatruh

  • Pangkur

  • Pucung

  • Sinom

  • Kinanthi

  • Jurudemung

  • Wirangrong

Baca juga: Pengertian dan Contoh Tembang Gambuh yang Berisikan Nasihat

Demikian pembahasan mengenai aturan tembang macapat beserta jenis-jenisnya yang menarik untuk diketahui. (DAP)