Penjelasan Bahasa yang Digunakan dalam Puisi

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa yang digunakan dalam puisi merupakan bahasa yang tidak sama dengan karya sastra lainnya. Bahasa yang digunakan dalam penulisan puisi memiliki ciri khas yang membedakannya dari bahasa yang digunakan dalam prosa atau tulisan biasa.
Oleh karena itu, penulisan puisi tidak bisa disamakan dengan penulisan karya sastra lain seperti cerpen, novel, atau naskah. Itulah yang menyebabkan puisi selalu menjadi karya yang spesial.
Bahasa yang Digunakan dalam Puisi merupakan Bahasa yang Singkat tapi Bermakna
Berdasarkan buku Bahasa Indonesia 1 untuk Kelas X SMA, Yohanni Johns, (2008), puisi cenderung menggunakan kata-kata yang singkat tapi padat. Ditambah dengan penggunaan majas, metafora, simbol, dan gambaran untuk menyampaikan makna yang mendalam.
Itulah sebabnya disebutkan bahwa bahasa yang digunakan dalam puisi merupakan bahasa yang singkat tapi bermakna luas. Puisi dibuat dengan pilihan kata yang dipilih secara cermat untuk menyampaikan makna yang dalam.
Setiap kata memiliki makna dan arti yang sangat dalam. Inilah yang menyebabkan bahasa dalam puisi seringkali terasa lebih padat daripada dalam tulisan prosa.
Gaya bahasa yang dipakai dalam penulisan puisi umumnya adalah majas atau kata kiasan. Alasannya karena puisi memang identik dengan keindahan bunyi bahasa. Baik itu dalam pengulangan bunyi (aliterasi dan asonansi) maupun dalam ritme atau pola nada.
Selain itu, bahasa dalam puisi juga sering bersifat ambigu dan terbuka terhadap berbagai interpretasi. Kekayaan makna kata-kata di dalamnya dapat menghasilkan interpretasi yang beragam dari masing-masing pembaca.
Contoh Penulisan Puisi
Berikut adalah salah satu contoh puisi yang dibuat dengan pilihan bahasa singkat tapi bermakna dalam dan luas.
Di bawah langit biru,
Diantara bunga yang mekar,
Kita berjalan berdua,
Menyatu dalam senyum yang sama.
Cahaya matahari memeluk,
Memancarkan hangat yang mengalir,
Di antara daun dan pepohonan,
Kita temukan kedamaian yang hakiki.
Tanganmu memegang erat,
Sebagai pegangan dalam perjalanan,
Kita meniti jalan yang tak pasti,
Dengan keyakinan yang memancar.
Di sini, di antara alam yang indah,
Kita merasakan keajaiban cinta,
Dalam detik yang singkat namun abadi,
Kita berdua, bersama dalam kebersamaan.
Baca Juga: Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru beserta Ciri-Cirinya
Dari contoh puisi tersebut, terlihat bahwa bahasa yang digunakan dalam puisi merupakan bahasa yang singkat. Tidak ada penggunaan kalimat yang panjang atau terlalu banyak kosakata di dalamnya. Inilah yang menjadikan puisi selalu menarik untuk dibaca dan dibahas. (DNR)
