Penjelasan Pembagian Nilai Menurut Notonegoro dalam Masyarakat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembagian nilai menurut Notonegoro merupakan salah satu pembahasan yang dikaji dalam cabang ilmu sosiologi. Untuk mengetahui apa saja nilai sosial menurut Notonegoro, mari kita simak pembahasannya dalam artikel berikut.
Baca juga: Pengertian Keteraturan Sosial, Tahap, dan Syarat Terjadinya dalam Masyarakat
Penjelasan Pembagian Nilai Menurut Notonegoro dalam Masyarakat
Sebagai makhluk sosial, manusia tentu melakukan interaksi dengan masyarakat lainnya sebagai cara untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam kehidupan sosial ini, terdapat nilai-nilai yang dianut, yaitu nilai sosial. Nilai sosial dalam masyarakat terbagi menjadi beberapa poin.
Dalam buku berjudul Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat yang disusun oleh Janu Murdiyatmoko (2007: 45) disebutkan bahwa menurut Notonegoro, nilai dapat dibagi menjadi tiga macam, diantaranya yaitu:
Nilai material: segala sesuatu yang berguna bagi manusia dan berkaitan dengan semua hal yang dibutuhkan oleh tubuh atau fisik manusia.
Nilai vital: segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan aktivitas atau kegiatan
Nilai kerohanian: segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai ini dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu nilai kebenaran atau kenyataan yang bersumber dari akal manusia (rasio, budi, dan cipta), nilai keindahan yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan dan estetis), nilai moral atau kebaikan yang bersumber dari unsur kehendak atau kemauan (karsa dan etika), serta nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan yang tinggi dan mutlak yang bersumber dari keyakinan dan kepercayaan manusia (agama).
Nilai sosial yang berlaku pada masyarakat pada dasarnya berasal dari setiap individu yang ada di lingkungan sekitar. Nilai sosial juga memiliki ciri-ciri antara lain:
Merupakan suatu konstruksi masyarakat yang tercipta sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
Memuaskan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia serta mengambil bagian dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial.
Membantu masyarakat agar berfungsi dengan baik
Menyusun sistem nilai yang seterusnya disebarkan di antara anggota masyarakat
Dapat dipelajari atau bukan bawaan sejak lahir
Cenderung berkaitan dengan yang lain melalui komunikasi untuk membentuk pola-pola dan sistem nilai dalam masyarakat
Sistem nilai sosial bervariasi antara kebudayaan yang satu dan yang lain sesuai dengan penilaian oleh setiap kebudayaan terhadap pola aktivitasnya
Setiap nilai sosial dapat memiliki efek yang berbeda terhadap orang dalam masyarakat sebagai keseluruhan
Dapat memengaruhi emosi
Dapat memengaruhi perkembangan pribadi dalam masyarakat baik secara positif maupun negatif
Demikian penjelasan tentang pembagian nilai sosial menurut Notonegoro yang dapat Anda ketahui untuk memperluas wawasan Anda, khususnya dalam pelajaran sosiologi. (DAP)
