Konten dari Pengguna

Penjelasan Singkat Perbedaan Maulid dan Maulud Nabi Muhammad Saw

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan maulid dan maulud. Foto: Unsplash/Ahmet Kürem
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan maulid dan maulud. Foto: Unsplash/Ahmet Kürem

Setiap 12 Rabiul Awal diperingati sebagai kelahiran Nabi Muhammad saw. Akan tetapi, beberapa orang menggunakan kata maulid atau maulud dalam memperingati hal tersebut. Sehingga menimbulkan rasa penasaran akan perbedaan maulid dan maulud.

Tak jarang, istilah tersebut membuat masyarakat umum bertanya-tanya. Selain itu, banyak juga yang bingung mana yang benar antara maulid dan maulud dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw.

Perbedaan Maulid dan Maulud dalam Memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad saw

Ilustrasi perbedaan maulid dan maulud. Foto: Unsplash/ochimax studio

Dikutip dari laman nu.or.id, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2010-2021, K.H. Said Aqil Siroj menjelaskan perbedaan maulid dan maulud. Meski begitu, keduanya sama-sama benar dan hanya beda pengertiannya.

Maulid merupakan sighat zaman yang artinya merayakan kelahiran sosok yang dihormati, yakni kelahiran Nabi Muhammad saw. Sedangkan maulud berarti isim maf’ul yang diperingati sebagai memuliakan bayi yang dilahirkan, yakni kelahiran Nabi Muhammad saw.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maulid adalah hari lahir Nabi Muhammad saw. pada 12 Rabiul Awal. Di sisi lain, maulud dalam KBBI bermakna yang dilahirkan atau peringatan dan dimuliakannya bayi yang dilahirkan, yakni Nabi Muhammad saw.

Meskipun keduanya sama-sama bisa digunakan, namun yang lebih tepat adalah “Maulid Nabi Muhammad saw.” bukan “Maulud Nabi Muhammad saw.”. Terlebih, istilah maulid lebih lazim digunakan masyarakat luas di Indonesia.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad saw.

Ilustrasi perbedaan maulid dan maulud. Foto: Unsplash/Rumman Amin

Dikutip dari buku Pro dan Kontra Maulid Nabi oleh AM. Waskito (2014) peringatan pertama Maulid Nabi Muhammad saw. tercatat dalam sejarah pada abad IV Hijriah di bawah Dinasti Fathimiyyun di Mesir yang mulai memerintah sejak tahun 362 H dengan Raja Al Muiz lidinillah sebagai pemimpin pertama.

Pada masa tersebut, Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali diungkapkan oleh Al Maqrizy, seorang ahli sejarah Islam melalui karyanya yang terkenal, Al Khuthath.

Raja Al Muiz terkenal karena tidak hanya mendirikan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw., tetapi juga enam perayaan lainnya, seperti hari lahir Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, Husein, dan hari lahir raja yang berkuasa.

Keberhasilan Dinasti Fathimiyyun dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. terletak pada pengaruh kuat mereka di Mesir.

Seiring berjalannya waktu, keturunan mereka yang memerintah tetap meneruskan tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. hingga saat ini.

Sedangkan di Indonesia, perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. berkaitan erat dengan penyebaran agama Islam oleh Wali Sanga. Oleh karena itu, perayaan Maulid Nabi Muhammad di Indonesia dipengaruhi oleh ajaran Islam yang digabungkan dengan budaya Jawa.

Hasilnya, beberapa wilayah di Pulau Jawa merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sebagai Grebeg Mulud dan Sekaten.

Baca Juga: 5 Tradisi Maulid Nabi di Indonesia yang Masih Dilestarikan Hingga Sekarang

Dengan mengetahui perbedaan maulid dan maulud membuat lebih mengetahui tentang perayaan hari lahir Nabi Muhammad saw. Meskipun keduanya memiliki arti yang mirip dan bisa digunakan, kata Maulid Nabi Muhammad saw lebih tepat untuk digunakan.(MZM)