Penyebab Terbentuknya Variasi Paruh Burung Finch

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pembelajaran biologi, teori evolusi dapat dijelaskan sebagai perkembangan makhluk hidup secara berangsur-angsur dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih sempurna.
Adapun penjelasan evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama dan diwariskan sehingga akhirnya terbentuk populasi yang berbeda sama sekali dengan populasi moyangnya atau terbentuk spesies baru.
Salah satu ahli teori evolusi yang mencetuskan tentang seleksi alam adalah Charles Darwin. Penelitiannya mengacu pada apa penyebab terbentuknya variasi paruh burung finch. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai teori evolusi, tepatnya seleksi alam.
Baca juga: Berikut 9 Jenis Burung Finch atau Pipit yang Paling Digemari di Indonesia
Apa yang Mempengaruhi Terjadinya Perubahan Paruh Burung Finch?
Hipotesis Darwin menjelaskan bahwa paruh burung finch Galapagos merupakan adaptasi evolusioner terhadap sumber makanan yang berbeda.
Hipotesis tersebut dilanjutkan oleh Peter dan Rosemary dari Princeton University selama lebih dari 20 tahun. Kedua pasangan tersebut mempelajari populasi burung finch dapat berukuran sedang di Daphne Major dan juga sangat kecil di gugusan kepulauan Galapagos.
Apa penyebab terbentuknya variasi paruh burung finch? Dikutip dari buku Biology yang ditulis oleh Neil A Campbell, dkk (1987: 13), burung finch menggunakan paruhnya yang kuat untuk menghancurkan biji-bijian.
Beberapa burung senang memakan biji kecil, yang dihasilkan secara berlimpah oleh spesies tumbuhan tertentu selama tahun-tahun yang banyak curah hujannya. pada tahun-tahun kering, biji kecil berkurang produksinya dan burung-burung terpaksa makan biji yang lebih besar.
Ketebalan rata-rata paruh (jarak antara paruh atas dan paruh bawah) pada populasi burung finch berubah seiring dengan berubahnya tahun.
Saat musim kering, ketebalan rata-rata paruh meningkat, kemudian mengecil kembali selama musim hujan. Sifat tersebut kemudian diturunkan ke keturunan selanjutnya.
Burung finch melakukan proses adaptasi morfologi, sehingga terjadi perubahan bentuk paruh yang dimiliki. Oleh karena itu, burung finch mengalami evolusi karena terjadi perubahan pada jenis makanan sehingga mempengaruhi perubahan bentuk paruhnya. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)
