Konten dari Pengguna

Penyebab Terjadinya Kerawanan Politik di Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerawanan Politik Terjadi Karena. Sumber: Unsplash.com/Marco Oriolesi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerawanan Politik Terjadi Karena. Sumber: Unsplash.com/Marco Oriolesi

Kerawanan politik terjadi karena semakin dekatnya gelaran pemilihan umum atau pemilu. Mengapa gelaran pemilu dapat menyebabkan kerawanan politik?

Untuk menjawab penyebab terjadinya kerawanan politik di Indonesia, kita perlu paham tentang kerawanan politik terlebih dahulu. Oleh sebab itu, mari kita simak pengertian kerawanan politik berikut ini.

Pengertian Kerawanan Politik

Istilah kerawanan politik terdiri dari dua kata, yakni kerawanan dan politik. Arti dari kerawanan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah keadaan rawan atau perihal rawan. Jadi, dapat dipahami bahwa kerawanan memiliki kaitan dengan keadaan atau kondisi yang rawan.

Pasalnya, kata kerawanan itu sendiri memiliki kata dasar rawan yang artinya adalah mudah menimbulkan gangguan keamanan atau bahaya. Berdasarkan penjelasan tentang arti kerawanan dan rawan dapat kita pahami bahwa kerawanan politik memiliki kaitan dengan gangguan keamanan atau bahaya pada politik — entah dalam arti kerawanan pada politik, kerawanan karena politik, atau lainnya.

Kemudian, makna politik dalam KBBI, yaitu:

  1. Mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan): bersekolah di akademi.

  2. Segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain.

  3. Cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijakan.

Berdasarkan penjelasan pengertian kerawanan dan politik dalam KBBI, dapat dipahami bahwa pengertian kerawanan politik memang memiliki banyak penjelasan. Beberapa penjelasan itu di antaranya adalah.

  • Kerawanan politik dapat diartikan sebagai keadaan rawan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan.

  • Kerawanan politik dapat diartikan sebagai keadaan rawan mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain.

  • Kemudian, kerawanan politik juga dapat diartikan sebagai keadaan rawan dalam cara bertindak atau menghadapi suatu masalah.

Sekarang, kita kembali ke pertanyaan, mengapa gelaran pemilu dapat menyebabkan kerawanan politik? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Bawaslu Ungkap Potensi Kerawanan Pilkada 2020: Politik Uang dan Netralitas ASN

Penyebab Kerawanan Politik

Ilustrasi Pemilu. Sumber: Unsplash.com/Element5 Digital

Pada awal artikel, kita tahu bahwa kerawanan politik dapat terjadi karena semakin dekatnya gelaran pemilihan umum atau pemilu. Hal ini dapat terjadi karena adanya politik identitas, proses transaksi politik, serta politisasi birokrasi.

Anriani (2018: 132) dalam bukunya yang berjudul Intelijen dan Pilkada: Pendekatan Strategis Menghadapi Dinamika Pemilu pun menjelaskan bahwa penyebab kerawanan terjadi karena politik identitas, proses transaksi politik, dan politisasi birokrasi. Penjelasan tentang kerawanan politik karena gelaran pemilihan umum pun pernah Ign Ismanto jelaskan dalam bukunya yang berjudul Pemilihan Presiden Secara Langsung 2004: Dokumentasi, Analisis, dan Kritik.

Berikut adalah beberapa penjelasan tentang terjadinya kerawanan politik yang dijelaskan oleh Ign Ismanto (2004: 206).

  • Kerawanan politik bisa terjadi pada saat perhitungan dan pengumuman hasil pemilihan presiden.

  • Kerawanan politik bisa terjadi kalau ada penolakan terhadap dua calon presiden dan wakil presiden.

  • Kerawanan politik bisa muncul jika terjadi konflik polarisasi pendukung.

  • Kerawanan politik bisa terjadi jika ada ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan presiden.

  • Kerawanan politik bisa terjadi jika deadline lewat juga apabila ada pihak yang tidak dapat menerima kekalahan pada kompetisi terakhir.

Itulah penjelasan tentang alasan kerawanan politik dapat terjadi karena semakin dekatnya gelaran pemilu. Nah, sebagai warga negara Indonesia yang baik mari kita hidup damai dan mengedepankan persatuan serta kesatuan untuk meminimalisir kerawanan politik. Semoga Indonesia selalu damai, sejahtera, dan aman. (AA)