Konten dari Pengguna

Peran Cairan Limfa yang Mengisi Pleura

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peran cairan limfa yang mengisi pleura. Sumber: www.unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peran cairan limfa yang mengisi pleura. Sumber: www.unsplash.com.

Sistem pernapasan manusia itu sangat rumit dan kompleks. Satu bagian kecil terganggu akan menimbulkan gangguan pada keseluruhan system. Salah satu bagian kecil itu adalah cairan limfa dan pleura. Apakah peran cairan limfa yang mengisi pleura?

Peran Cairan Limfa yang Mengisi Pleura

Dalam buku Bahan Ajar Biomedik (2019) yang ditulis oleh Hartati Eko Wardani disebutkan bahwa pleura adalah selaput atau membran serosa rangkap yang menyelimuti paru-paru. Pleura ada 2 macam, yaitu:

  1. Pleura visceralis atau pleura dalam yang ada pada rongga dada.

  2. Pleura parietalis atau pleura luar yang ada pada tulang rusuk.

Dalam keadaan normal, cairan limfa membuat kedua selaput pleura bisa sangat dekat saling bersentuhan tanpa gesekan ketika terjadi proses respirasi. Respirasi adalah proses mengembang dan berkontraksi pada saat bernapas.

Tapi dalam kondisi tidak normal, ada semacam rongga di antara keduanya yang diisi udara atau cairan yang berlebihan. Kondisi seperti ini bisa mengiritasi paru-paru.

Baca juga: 6 Ciri-ciri Paru-paru Bermasalah yang Perlu Diwaspadai

Gangguan Cairan Limfa pada Pleura

Ilustrasi peran cairan limfa yang mengisi pleura. Sumber: www.unsplash.com.

Dalam laman www.rspaw.or.id disebutkan bahwa penumpukan cairan di pleura disebabkan adanya beberapa kelainan atau penyakit yang disebut efusi pleura , baik pada paru-paru atau di luar paru-paru.

Efusi pleura ada 2 macam, yaitu:

  1. Transudatif, yang disebabkan oleh penyakit gagal jantung. Sorosis dan sindroma nefrotik.

  2. Eksudatif, yang disebabkan oleh penyakit pneumonia, keganasan, emboli paru, infeksi virus dan TB paru.

Gejala awal terjadinya efusi pleura adalah batuk kering, sesak napas dan nyeri di dada.

Jika terjadi efusi pleura, penderita wajib memeriksakan diri ke dokter, karena yang harus ditangani adalah penyakit atau kelainan pada paru-paru atau organ lain. Sejalan dengan itu, penderita juga dianjurkan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, antara lain tidak boleh merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol dan rajin berolah raga.

Dari pembahasan tentang peran cairan limfa yang mengisi pleura, dapat diketahui bahwa suatu penyakit atau kelainan yang terjadi pada salah satu organ dalam sistem pernapasan bisa mempengaruhi organ lain. Oleh karena itu, penting sekali menjaga kondisi tubuh secara menyeluruh dengan gaya hidup sehat. (LUS)