Konten dari Pengguna

Perbedaan antara Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil pada Hukum Tajwid

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan antara Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil Adalah. Sumber: Unsplash/Andri Helmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan antara Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil Adalah. Sumber: Unsplash/Andri Helmansyah

Dalam hukum tajwid, perbedaan antara mad wajib muttashil dan mad jaiz munfashil adalah terletak pada penggunaannya harokatnya. Panjang pendek harakat wajib untuk diperhatikan.

Panjang atau pendeknya harakat dalam suatu bacaan sangatlah penting. Hal itu karena harakat dapat menentukan bunyi pada setiap huruf hijaiyah

Ulasan Perbedaan antara Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil pada Hukum Tajwid

Ilustrasi Perbedaan antara Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil Adalah. Sumber: Unsplash/Andri Helmansyah

Sebelum membaca Al-Quran, umat Islam wajib memahami hukum tajwid. Apa yang disebut sebagai tajwid? Istilah tajwid berasal dari bahasa Arab yakni jawwada yujawwidu tajwidan yang memiliki arti membuat jadi bagus.

Dikutip dari buku Metode Pengajaran Alquran dan Seni Baca Alquran dengan Ilmu Tajwid, Nur’aini (2020), istilah tajwid adalah ilmu yang memberikan segala pengertian tentang huruf, baik hak-hak huruf, maupun hukum-hukum baru yang timbul setelah hak-hak huruf dipenuhi, yang terdiri atas sifat-sifat huruf, huruf mad, dan lain sebagainya.

Salah satu tajwid yang wajib dipahami adalah mad wajib muttashil dan mad jaiz munfashil. Perbedaan antara mad wajib muttashil dan mad jaiz munfashil adalah dari penggunaannya panjang atau pendeknya harakat.

Hukum dari mad jaiz munfashil adalah jika dalam suatu bacaan terdapat mad thobi’i dan setelahnya huruf hamzah, tetapi berbeda kata. Huruf tersebut boleh dibaca dua atau lima harakat.

Sedangkan mad wajib muttashil adalah saat bacaan terdapat mad thobi’i dan setelahnya diikuti huruf hamzah dalam kata yang sama. Maka huruf tersebut wajib dibaca sepanjang lima harakat.

Contoh Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil di Al-Quran

Ilustrasi Perbedaan antara Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil Adalah. Sumber: Unsplash/T Foz

Agar dapat lebih memahami penggunaan tajwid tersebut. Berikut contohnya yang ada dalam bacaan Al-Quran.

1. Mad Wajib Muttashil

Salah satu contoh mad wajib muttashil ada pada Ad-Dhuha ayat 8, sebagai berikut.

وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ

Latin: Wa wajadaka a ilan fa agna

Artinya: “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan,”

2. Mad Jaiz Munfashil

Contoh dari penggunaan mad jaiz munfashil terdapat pada Ad-Dhukhon ayat 3.

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

Latin: Inna anzalnahu fi lailatim mubarakatin inna kunna munzirin

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkan pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan,”

Baca juga: Hukum Tajwid Surat Al-A'la Lengkap dengan Cara Membacanya

Dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara mad wajib muttashil dan mad jaiz munfashil adalah terletak pada jumlah harakatnya. Semoga dapat menambah wawasan tentang ilmu hukum tajwid dalam Al-Quran. (FAR)