Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern dalam Ilmu Pengetahuan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bioteknologi merupakan cara pemanfaatan makhluk hidup untuk menghasilkan suatu hal yang dapat dimanfaatkan manusia. Bioteknologi terbagi menjadi dua jenis yaitu bioteknologi modern dan konvensional. Untuk mengetahui apa saja perbedaan bioteknologi konvensional dan modern beserta contohnya, mari kita simak ulasannya dalam artikel berikut.
Baca juga: Pengertian dan Contoh Bioteknologi Konvensional dalam Kehidupan
Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern dalam Ilmu Pengetahuan
Kemajuan ilmu pengetahuan yang terus berkembang hingga saat ini membuat manusia semakin mudah dalam melakukan apapun. Hal ini dibuktikan dengan adanya bioteknologi. Apa itu bioteknologi? Definisi bioteknologi dipaparkan secara lengkap dalam buku Solusi Sukses Belajar Biologi SMP/MTs yang disusun oleh Lucius Bekti Sulistyo D.P dan Yun Sugiarti (2008:143).
Tertulis dalam buku tersebut bahwa bioteknologi adalah pemanfaatan makhluk hidup atau bahan yang diperoleh dari makhluk hidup untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang bermanfaat bagi manusia dengan menerapkan prinsip-prinsip dari ilmu dan teknologi untuk memproses materi melalui agen biologi. Pada prinsipnya, di dalam bioteknologi terkandung tiga hal pokok, yaitu:
Agen biologi (enzim, mikrobia, sel tumbuhan, dan sel hewan)
Pendayagunaan secara teknologis dan industrial
Produk dan jasa yang diperoleh
Bioteknologi dibedakan menjadi dua yaitu bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern. Kedua jenis bioteknologi ini tentu memiliki perbedaan. Dalam buku berjudul Kumpulan Soal dan Pembahasan UN IPA SMP/MTs yang ditulis oleh Lina Susanti, S.Pd. (2020: 111) juga menyebutkan bahwa bioteknologi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bioteknologi tradisional dan bioteknologi modern.
Bioteknologi tradisional atau konvensional adalah bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menghasilkan produk. Misalnya, mikroorganisme Saccharomyces sp. yang digunakan untuk membuat tape dan Rhizopus sp. untuk membuat tempe. Sedangkan bioteknologi modern adalah bioteknologi yang memanfaatkan teknologi modern. Misal teknik kultur jaringan, teknik hibridoma, dan teknik rekayasa transgenik.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa perbedaan bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern terletak pada kerumitan penerapannya serta jumlah produk atau jasa yang dihasilkannya. Bioteknologi konvensional cenderung dilakukan secara langsung dan sederhana. Sedangkan bioteknologi modern biasanya diproduksi dalam jumlah lebih banyak, kualitasnya terstandarisasi, dan terjamin.
Itu dia perbedaan bioteknologi konvensional dan modern. Pengetahuan ini dapat jadikan sebagai wawasan tambahan khususnya mengenai perkembangan ilmu pengetahuan di sekitar kita. (DAP)
