Perbedaan Heuristik dan Verifikasi dalam Penelitian Sejarah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalian pasti sudah pernah membaca buku atau teks sejarah, kan? Buku atau teks sejarah tidak ditulis dengan asal, tetapi ada penelitian yang dilakukan sebelumnya. Dalam penelitian sejarah, ada istilah heuristik dan verifikasi. Apa perbedaan heuristik dan verifikasi?
Heuristik dan verifikasi termasuk dalam metode penelitian sejarah. Simak ulasan selengkapnya dalam artikel ini.
Pengertian Heuristik dan Verifikasi
Sebelum membahas perbedaan heuristik dan verifikasi dalam penelitian sejarah, kalian harus mengetahui apa pengertian heuristik dan verifikasi terlebih dahulu. Dikutip dari buku Metodologi Penelitian Sejarah oleh Sumargono (2021:9-12), berikut ini adalah pengertiannya:
1. Heuristik
Secara terminologi, heuristik berasal dari bahasa Yunani heuristiken yang artinya adalah mengumpulkan atau menentukan sumber. Sumber sejarah adalah materi-materi sejarah yang tersebar dan terdiversifikasi. Contoh sumber sejarah adalah tradisi lisan, catatan, atau reruntuhan bangunan prehistori.
Berdasarkan bentuk dan jenisnya, sumber sejarah dibagi menjadi:
Sumber sejarah yang sifatnya umum dan khusus. Contohnya adalah hampir semua spesialisasi ilmu sejarah bisa menggunakan dokumen kenegaraan tahun 1995 dan yang sifatnya khusus hanya bisa digunakan untuk salah satu cabang ilmu sejarah saja.
Sumber sejarah tertulis dan tidak tertulis. Sumber ini dibagi lagi menjadi sumber resmi dan tidak resmi.
Sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah sumber yang direkam dan disaksikan oleh saksi mata yang menyaksikan langsung dan mengalami peristiwa tersebut. Sedangkan sumber sekunder adalah sumber yang disampaikan oleh orang yang tidak menyaksikan peristiwa sejarah secara langsung.
2. Verifikasi
Verifikasi atau kritik sumber sejarah adalah cara untuk mendapatkan keaslian dan kredibilitas sumber. Caranya adalah dengan melakukan kritik berupa kerja intelektual dan rasional yang mengikuti metodologi sejarah. Sumber sejarah harus memenuhi kriteria berikut:
Dapat dipercaya (credible)
Diperkuat dengan saksi mata (eyewitness)
Benar (truth)
Tidak dipalsukan (unfabricated)
Handal (reliable)
Baca juga: Pengertian dan Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Ilmu
Perbedaan Heuristik dan Verifikasi
Langkah heuristik (pengumpulan sumber) dan verifikasi (kritik sumber) sebenarnya bukan langkah penelitian sejarah yang benar-benar terpisah antara satu dengan lainnya. Bahkan, dalam prakteknya banyak sejarawan yang melakukan langkah heuristik dan verifikasi secara bersamaan.
Heuristik merupakan langkah-langkah untuk mengumpulkan sumber sejarah yang bentuk dan jenisnya beragam. Sedangkan verifikasi adalah kritik sejarah, yaitu langkah untuk memastikan keaslian sumber sejarah yang sudah diperoleh,
Itulah perbedaan heuristik dan verifikasi dalam metode penelitian sejarah. Jadi, verifikasi adalah langkah yang dilakukan setelah heuristik. Semoga bisa menambah wawasan kalian. (KRIS)
