Konten dari Pengguna

Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis dalam Sejarah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jelaskan Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis. Sumber: Pexels/Gold7k
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jelaskan Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis. Sumber: Pexels/Gold7k

Terdapat dua konsep berpikir dalam sejarah, yaitu diakronik dan sinkronik. Jelaskan perbedaan konsep berpikir sinkronis dan diakronis!

Kedua konsep tersebut digunakan untuk meneliti dan mengungkapkan suatu peristiwa sejarah. Meskipun sama-sama untuk mengungkapkan peristiwa sejarah, tetapi keduanya sangat berbeda.

Jawaban Jelaskan Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis dalam Sejarah

Ilustrasi Jelaskan Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis. Sumber: Pexels/Pixabay

Saat meneliti suatu peristiwa sejarah diperlukan konsep tertentu. Konsep yang biasa digunakan adalah diakronik dan sinkronik. Kedua metode tersebut sama-sama memiliki peran penting untuk meneliti dan mengungkapkan sejarah.

Jelaskan perbedaan konsep berpikir sinkronis dan diakronis dalam sejarah! Berikut penjelasannya.

1. Diakronik

Konsep pertama yang digunakan oleh sejarawan adalah diakronik atau diakronis. Diakronik adalah istilah yang diambil dari bahasa Latin “Dia” yang artinya adalah melampaui dan “chronicus” yang artinya waktu.

Konsep ini digunakan untuk meneliti peristiwa sejarah dari awal hingga akhir. Dikutip dari situs respisitori.kemdikbud.go.id, diakronik adalah suatu konsep berpikir dengan secara runtut/kronologis di dalam menganalisa/meneliti sesuatu hal tertentu.

Konsep diakronik juga disebut sebagai cara berpikir kronologis. Konsep ini dilakukan dengan cara pendekatan sejarah secara runtut berdasarkan waktu kejadian. Berikut beberapa ciri konsep diakronik dalam sejarah.

  • Konsep ini adalah model yang dinamis. Hal ini karena memandang sejarah sebagai peristiwa yang dapat terus berkembang sepanjang waktu.

  • Peristiwa sejarah dilihat dari proses durasinya.

  • Konsep ini digunakan dalam ilmu sejarah.

  • Pembahasan konsep diakronik naratif, bertransformasi, dan juga berproses.

  • Menekankan pada kausalitas atau sebab-akibat.

  • Pembahasan sejarah memanjang dari segi dimensi waktu.

2. Sinkronik

Sinkronik adalah konsep yang sering digunakan oleh sejarawan saat mengkaji peristiwa sejarah. Berbeda dengan konsep diakronik, konsep ini meluas di dalam ruang. Namun, terbatas di dalam waktu.

Oleh karena itu, konsep sinkronik tidak dapat mengungkapkan peristiwa sejarah dari awal hingga akhir. Terdapat beberapa ciri konsep sinkronik sebagai berikut.

  • Peristiwa sejarah dikaji secara sistematis.

  • Tidak mengenal konsep perbandingan.

  • Peristiwa sejarah dipelajari dengan sangat mendalam.

  • Jangkauan pembahasan peristiwa sejarah sempit dan foku pada masa tertentu.

  • Mempertimbangka aspek yang dipengaruhi dan mempengaruhi.

  • Konsep ini berfokus pada gejala-gejala, pola, dan karakter pada suatu peristiwa sejarah.

Baca juga: 3 Perbedaan Penelitian Sejarah Lisan dengan Metode Penelitian

Jelaskan perbedaan konsep berpikir sinkronis dan diakronis! Perbedaannya adalah ruang lingkup dan cara pandang sejarah. (FAR)