Konten dari Pengguna

Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis dalam Sejarah

Berita Terkini
Penulis kumparan
25 Agustus 2025 19:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis dalam Sejarah
Jelaskan perbedaan konsep berpikir sinkronis dan diakronis dalam sejarah! Baca penjelasannya di sini.
Berita Terkini
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Jelaskan Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis. Sumber: Pexels/Gold7k
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jelaskan Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis. Sumber: Pexels/Gold7k
ADVERTISEMENT
Terdapat dua konsep berpikir dalam sejarah, yaitu diakronik dan sinkronik. Jelaskan perbedaan konsep berpikir sinkronis dan diakronis!
ADVERTISEMENT
Kedua konsep tersebut digunakan untuk meneliti dan mengungkapkan suatu peristiwa sejarah. Meskipun sama-sama untuk mengungkapkan peristiwa sejarah, tetapi keduanya sangat berbeda.

Jawaban Jelaskan Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis dalam Sejarah

Ilustrasi Jelaskan Perbedaan Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis. Sumber: Pexels/Pixabay
Saat meneliti suatu peristiwa sejarah diperlukan konsep tertentu. Konsep yang biasa digunakan adalah diakronik dan sinkronik. Kedua metode tersebut sama-sama memiliki peran penting untuk meneliti dan mengungkapkan sejarah.
Jelaskan perbedaan konsep berpikir sinkronis dan diakronis dalam sejarah! Berikut penjelasannya.

1. Diakronik

Konsep pertama yang digunakan oleh sejarawan adalah diakronik atau diakronis. Diakronik adalah istilah yang diambil dari bahasa Latin “Dia” yang artinya adalah melampaui dan “chronicus” yang artinya waktu.
Konsep ini digunakan untuk meneliti peristiwa sejarah dari awal hingga akhir. Dikutip dari situs respisitori.kemdikbud.go.id, diakronik adalah suatu konsep berpikir dengan secara runtut/kronologis di dalam menganalisa/meneliti sesuatu hal tertentu.
ADVERTISEMENT
Konsep diakronik juga disebut sebagai cara berpikir kronologis. Konsep ini dilakukan dengan cara pendekatan sejarah secara runtut berdasarkan waktu kejadian. Berikut beberapa ciri konsep diakronik dalam sejarah.

2. Sinkronik

Sinkronik adalah konsep yang sering digunakan oleh sejarawan saat mengkaji peristiwa sejarah. Berbeda dengan konsep diakronik, konsep ini meluas di dalam ruang. Namun, terbatas di dalam waktu.
Oleh karena itu, konsep sinkronik tidak dapat mengungkapkan peristiwa sejarah dari awal hingga akhir. Terdapat beberapa ciri konsep sinkronik sebagai berikut.
ADVERTISEMENT
Jelaskan perbedaan konsep berpikir sinkronis dan diakronis! Perbedaannya adalah ruang lingkup dan cara pandang sejarah. (FAR)