Konten dari Pengguna

Perbedaan Mahram dan Muhrim dalam Pandangan Agama Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan mahram dan muhrim. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Perbedaan mahram dan muhrim. Sumber: pexels.com

Mahram dan muhrim adalah dua istilah yang terdengar sangat familiar bagi umat muslim. Meski begitu, masih terdapat kesalahpahaman dalam membedakan kedua istilah tersebut. Hal ini membuat penggunaan istilah mahram dan muhrim menjadi salah. Oleh karena itulah, para umat muslim perlu mengetahui perbedaan mahram dan muhrim.

Sebab, ternyata kedua istilah tersebut dalam bahasa Arab memiliki definisi yang berbeda. Lantas, sebenarnya apa saja perbedaan antara mahram dengan muhrim?

Perbedaan Mahram dan Muhrim dalam Pandangan Islam

Perbedaan mahram dan muhrim. Sumber: pexels.com

Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan mahram dan muhrim dalam pandangan Islam yang dikutip dari buku Syarah Kumpulan Hadits Shahih tentang Wanita oleh Isham bin Muhammad Asy-Syarif (2006:230).

1. Mahram

Mahram berasal dari kata haram yang juga merupakan lawan kata dari halal. Artinya, mahram adalah segala sesuatu yang terlarang dan tidak boleh dilakukan oleh umat muslim. Adapun ulama fiqih mengartikan istilah mahram sebagai wanita yang diharamkan untuk dinikahi secara permainan. Baik itu karena faktor kerabat, persusuan, ataupun karena berbesanan.

Imam Nawawi melalui HR. Muslim telah menerangkan hakikat wanita yang termasuk mahram dengan bunyi sebagai berikut.

“Hakikat wanita yang termasuk mahram di mana boleh seorang laki-laki boleh melihat, khalwat (berduaan), bepergian dengannya, adalah wanita yang haram dinikahi selamanya karena sebab yang mubah, karena statusnya yang haram.”

2. Muhrim

Istilah muhrim berasal dari kata ahrama-yuhrimu-ihraman yang artinya adalah mengerjakan ibadah ihram. Dengan kata lain, muhrim merupakan orang yang sedang mengerjakan ibadah ihram, baik itu haji maupun umrah.

Pada saat jamaah haji maupun umrah memasuki daerah miqat (batas dimulai dan berhentinya perintah ihram), maka jamaah tersebut akan mengenakan pakaian ihramnya dan menghindari segala larangan ihram. Kondisi inilah yang kemudian disebut sebagai muhrim.

Adapun miqat sendiri merupakan tempat yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pintu masuk untuk memulai haji atau umrah. Jadi, setelah mengambil miqat, para jamaah akan segera menuju Baitullah dan mulai berlaku larangan ketika berpakaian ihram.

Baca Juga: 3 Mahram Perempuan dalam Islam yang Perlu Dipahami

Demikian ulasan tentang perbedaan mahram dan muhrim menurut pandangan agama Islam yang perlu dicermati oleh setiap muslim. (Anne)