Perbedaan Perils dan Hazard dalam Manajemen Risiko

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manajemen risiko adalah sistem yang perlu dimiliki oleh setiap perusahaan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Di dalamnya, dikenal istilah perils dan hazard. Jelaskan perbedaan perils dan hazard!
Untuk memahami perbedaanya, maka pengertian dari kedua istilah ini perlu dipahami dengan baik. Oleh sebab itu, diperlukan pembahasan yang mudah dimengerti mengenai istilah-istilah tersebut.
Perbedaan Perils dan Hazard menurut Ilmu Manajemen Risiko
Mengutip buku Manajemen Risiko, Hermin Nainggolan, dkk (2023: 2), manajemen risiko adalah proses saat bisnis, manajer atau individu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memprioritaskan risiko dan kemudian mereumuskan rencana untuk memnimalkan dampak dari risiko tersebut.
Di dalam proses tersebut dikenal istilah perils dan hazard. Lantas, apa perbedaan perils dan hazard dalam manajemen risiko? Berikut penjelasan mengenai kedua istilah tersebut.
1. Perils
Perils adalah sesuatu yang bisa membuat bisnis merugi. Dengan kata lain, perils merupakan penyebab dari kerugian yang diderita oleh bisnis tersebut. Perils juga bisa disebut sebagai bencana dalam manajemen risiko.
Contoh perils pun beragam, seperti kecurangan karyawan, bencana alam, dan lain sebagainya. Berbagai perils inilah yang harusnya sudah diperkirakan sebelumnya saat proses manajemen risiko berlangsung.
Setelah memperkirakannya, antisipasi dari semua perils tersebut perlu ditetapkan. Dengan demikian, perusahaan bisa meminimalisir kerugian ketika perils tersebut terjadi.
2. Hazard
Pada umumnya, hazard dikenal sebagai bahaya. Dalam manajemen risiko, hazard juga mempunyai arti yang serupa. Namun, istilah ini memiliki kaitan dengan perils yang sudah dijelaskan di atas.
Jadi, hazard adalah sesuatu yang bisa meningkatkan peluang terjadinya perils. Hazard juga bisa meningkatkan kerugian ketika perils itu terjadi.
Misalnya, perils yang terjadi pada suatu perusahaan adalah kebakaran sehingga menimbulkan kerugian materil. Namun saat diidentifikasi, ternyata ada beberapa hazard yang meningkatkan peluang terjadinya perils, yaitu minyak yang tak disimpan dengan baik sehingga menimbulkan kebakaran hebat saat terpercik api.
Oleh sebab itu, hazard juga perlu diperhatikan dalam manajemen risiko. Dengan demikian, peluang terjadinya peristiwa yang tak diinginkan bisa menurun. Begitu pula dengan kerugian yang ditimbulkan.
Baca juga: Perbedaan Manajemen Risiko dan Asuransi dalam Dunia Bisnis
Itulah perbedaan perils dan hazard. Pada dasarnya, kedua hal ini sama-sama perlu diperhatikan dalam proses manajemen risiko di perusahaan. (LOV)
