Konten dari Pengguna

Perbedaan Reshuffle dan Dipecat dalam Pemerintahan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi  Perbedaan Reshuffle dan Dipecat , sumber gambar unsplash/Marco Oriolesi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Reshuffle dan Dipecat , sumber gambar unsplash/Marco Oriolesi

Ada sejumlah perbedaan reshuffle dan dipecat dalam pemerintahan. Istilah istilah reshuffle sering muncul, apalagi saat membahas posisi pejabat publik.

Walaupun reshuffle dan dipecat terdengar sama, tetapi terdapat perbedaan dari kedua istilah tersebut. Agar tidak bingung saat menyimak berita tentang reshuffle pejabat dalam kabinet, penting untuk mengetahui perbedaan antara reshuffle dan dipecat.

Pengertian Reshuffle dan Dipecat

Ilustrasi Perbedaan Reshuffle dan Dipecat , sumber gambar unsplash/Joakim

Sebelum mengetahui perbedaan reshuffle dan dipecat, mari telisik pengertian dari kedua istilah tersebut. Reshuffle dan dipecat berkaitan dengan pergantian jabatan dalam pemerintahan. Adapun penjelasannya yakni sebagai berikut:

1. Reshuffle

Mengutip buku Hukum Lembaga Kepresidenan Indonesia oleh Jazim Hamidi & Mustafa Lutfi (2024), reshuffle kabinet merupakan upaya presiden dalam melakukan perombakan susunan pejabat tinggi negara hingga menteri. Tujuan yang paling umum adalah untuk menyesuaikan arah kebijakan, meningkatkan kinerja, dan menjaga stabilitas politik, hingga merespons tuntutan masyarakat.

Dalam reshuffle, pejabat bisa digeser ke posisi lain, kemudian digantikan dengan orang baru. Bahkan, mereka juga bisa diberhentikan dari jabatannya. Namun, yang perlu ditekankan dalam reshuffle yakni pergantian pejabat publik sebagai bagian dari strategi pemerintahan.

Contohnya, ada menteri pertanian yang diganti karena pemerintah menginginkan kebijakan yang lebih baik dalam swasembada pangan. Jadi, reshuffle dilakukan untuk kepentingan kinerja, bukan karena kesalahan individu.

2. Dipecat

Dipecat mempunyai konotasi yang lebih personal dan mengarah ke hal negatif. Pemecatan terjadi karena pejabat yang bersangkutan melakukan kesalahan fatal, seperti terlibat korupsi, pelanggaran hukum, hingga dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya.

Pemecatan menjadi tanda hilangnya kepercayaan atasan atau publik kepada pejabat tersebut. Pejabat yang dipecat umumnya tidak digantikan dengan posisi lain dalam pemerintahan, tetapi diberhentikan total dari jabatannya.

Perbedaan Reshuffle dan Dipecat pada Pejabat

Ilustrasi Perbedaan Reshuffle dan Dipecat , sumber gambar unsplash/Miguel H.

Reshuffle cenderung lebih politis dan strategis, sedangkan dipecat lebih mengarah ke sanksi dari kesalahan. Pejabat yang terdampak reshuffle belum tentu dipecat karena bisa saja ia hanya dipindahkan ke jabatan lainnya. Adapun jika pejabat dipecat, maka ia tidak lagi menjabat atau memegang posisi dalam pemerintahan.

Reshuffle merupakan penyesuaian arah atau penyegaran dalam pemerintahan, sedangkan pemecatan merupakan tindakan tegas karena hilangnya kepercayaan akibat adanya pelanggaran.

Baca juga: 7 Desakan Darurat Ekonomi Aliansi Ekonom Indonesia untuk Pemerintah

Dengan memahami perbedaan reshuffle dan dipecat, diharapkan masyarakat tidak memandang semua pergantian pejabat sebagai “pemecatan” karena bisa saja merupakan bentuk strategi politik pemerintah.