Konten dari Pengguna

Perbedaan Rukun dan Wajib Haji yang Perlu Diketahui

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jelaskan perbedaan rukun dan wajib haji. Sumber: pexels/haydan assoendawy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jelaskan perbedaan rukun dan wajib haji. Sumber: pexels/haydan assoendawy

Saat ibadah haji, jamaah harus melaksanakan setiap rukun dan wajib haji. Lalu ada sebuah pertanyaan, jelaskan perbedaan rukun dan wajib haji.

Yang termasuk syarat sah dalam ibadah haji yaitu dilaksanakan pada waktu yang telah ditetapkan dan dapat melaksanakan semua rukun haji. Namun, untuk jamaah haji yang tidak bisa melaksanakan wajib haji, hajinya tetap sah jika ia mampu membayar dam (denda).

Jelaskan Perbedaan Rukun dan Wajib Haji!

Ilustrasi jelaskan perbedaan rukun dan wajib haji. Sumber: pexels/konevi

Pengertian haji terbagi dua, yaitu menurut bagasa dan menurut istilah. Menurut bahasa, haji adalah menyengaja mengunjungi sesuatu.

Adapun menurut istilah, haji artinya sengaja mengunjungi Baitullah (Kabah) untuk melaksanakan ibadah haji dengan syarat dan ketentuan yang telah ditentukan Allah dan rasul-Nya.

Melaksanakan ibadah haji termasuk rukun Islam yang kelima. Ibadah haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh dan mampu melaksanakannya.

Kewajiban haji hanya berlaku bagi orang yang mampu, meliputi dua hal, yaitu mampu dalam menyediakan ongkos atau biaya selama perjalanan dan mampu dalam kesehatan tubuh.

Kesehatan tubuh sangat dibutuhkan agar jamaah haji dapat melaksanakan setiap rukun dan wajib haji.

Jika ada pertanyaan, jelaskan perbedaan rukun dan wajib haji maka mengutip buku Fiqih, Udin Wahyudin, dkk (2008), perbedaan rukun dan wajib haji adalah sebagai berikut:

1. Rukun Haji

Rukun haji adalah praktik ibadah yang mutlak dikerjakan pada saat pelaksanaan ibadah haji. Jika rukun haji tidak dikerjakan, ibadah haji seseorang tidak sah menurut hukum Islam. Adapun yang termasuk rukun haji, yaitu sebagai berikut:

  • Ihram, artinya memulai ibadah dengan berniat karena Allah dan berpakaian ihram.

  • Wuquf di Padang Arafah, artinya berdiam diri di Padang Arafah dengan pakaian ihram sambil berzikir dan mengucapkan lafaz talbiyah. Semua jamaah haji wajib hadir di Padang Arafah pada 10 Zulhijjah. Jamaah tidak boleh mewakilkan kepada orang lain. Jika tidak hadir ibadah hajinya batal.

  • Tawaf Ifadah, dilakukan dengan cara berkeliling Kabah sebanyak tujuh kali. Seseorang yang cacat atau tidak mampu berjalan dapat meminta bantuan orang lain untuk menggendongnya.

  • Sa'i, artinya berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

  • Tahalul, artinya mencukur atau menggunting rambut sedikitnya tiga helai.

  • Mengurutkan Rukun Haji (tertib), artinya setiap rukun haji harus dilaksanakan pada waktu, tempat, dan urutan yang benar sesuai ketentuan syariah.

2. Wajib Haji

Wajib haji ialah praktik ibadah dalam rangkaian haji yang harus dilakukan. Namun, jika tidak menunaikan wajib haji maka harus menyembelih hewan sebagai dam (denda). Adapun yang termasuk wajib haji, yaitu sebagai berikut:

  • Ihram dari miqat, yaitu berpakaian ihram dan berniat melaksanakan ibadah haji karena Allah dan dimulai dari miqat yang telah ditentukan.

  • Bermalam (mabit) di Muzdalifah pada 10 Zulhijjah.

  • Melontarkan jumrah aqabah pada 10 Zulhijjah, dan melontar tiga jumrah (ula, wusta, dan aqabah) pada 11, 12, 13 Zulhijjah.

  • Bermalam (mabit) di Mina selama dua atau tiga malam pada 11, 12, 13 Zulhijjah.

  • Tawaf wada' (tawaf perpisahan) sewaktu akan meninggalkan kota Makkah.

  • Menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan atau dilarang selama pelaksanaan ibadah haji.

Baca Juga: Perbedaan Ibadah Haji dan Umroh yang Wajib Diketahui

Dari uraian di atas sudah diletahui jawaban dari pertanyaan jelaskan perbedaan rukun dan wajib haji. Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang akan beribadah haji tahun depan.

(ARD)