Perbedaan Skripsi Kualitatif dan Kuantitatif sebagai Metode Penelitian

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi para mahasiswa tingkat akhir, skripsi menjadi tugas untuk meraih gelar sarjana. Untuk membuat skripsi, terdapat dua macam metode penelitian yang sering digunakan, yakni kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan skripsi kualitatif dan kuantitatif dapat memudahkan mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhirnya.
Dengan begitu, mahasiswa akan lebih mudah dalam melaksanakan dan menemukan permasalahan. Bahkan, ahli matematika John Tukey menjelaskan bahwa metode penelitian bisa membantu proses analisis data, agar hasilnya menjadi lebih tepat dan akurat.
Baca Juga: Aturan Penulisan Kutipan dari Sumber Tertulis yang Benar
Perbedaan Skripsi Kualitatif dan Kuantitatif
Dikutip dari buku Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif oleh I Made Laut Mertha Jaya (2020: 110), penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan secara menyeluruh terhadap suatu objek.
Peneliti menjadi instrumen utama dalam suatu penelitian kualitatif. Kemudian, hasil penelitian dijelaskan dalam bentuk kata-kata yang diperoleh melalui data valid. Sebab, penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Adapun datanya tidak dapat diselesaikan dengan perhitungan statistik.
Dalam melaksanakan penelitian kualitatif, terdapat beberapa langkah-langkah yang harus dilaksanakan:
Membangun Kerangka Konseptual
Merumuskan Permasalahan Penelitian
Pemilihan Sampel dan Pembatasan Penelitian
Instrumentasi
Pengumpulan Data
Analisis Data
Matriks dan Pengujian Kesimpulan.
Sedangkan penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan temuan-temuan baru yang dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur secara statistik atau cara lainnya dari suatu kuantifikasi (pengukuran).
Penelitian kuantitatif lebih memusatkan perhatian pada beberapa gejala yang mempunyai karakteristik tertentu di dalam kehidupan manusia, yaitu variabel.
Dalam pendekatan kuantitatif, hakikat hubungan di antara variabel-variabel selanjutnya akan dianalisis dengan alat uji statistik serta menggunakan teori yang objektif.
Langkah-langkah dalam melaksanakan penelitian kuantitatif yakni sebagai berikut:
Mengidentifikasi masalah.
Merumuskan masalah.
Membatasi masalah.
Melakukan studi pustaka atau tinjauan pustaka.
Merumuskan beberapa hipotesis atau pertanyaan penelitian.
Menentukan desain dan metodologi penelitian.
Menyusun instrumen dan mengumpulkan data.
Menganalisis dan menginterpretasikan data.
Menginterpretasikan temuan-temuan dan menarik kesimpulan serta saran.
Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Menurut Nurwulan Purnasari dalam buku Metodologi Penelitian (2021: 16), terdapat beberapa perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif dari beberapa segi, yakni:
1. Desain Penelitian
Metode kuantitatif bersifat spesifik, jelas dan rinci, menjadi pegangan di setiap tahap, dan ditentukan secara jelas sejak awal penelitian.
Metode kualitatif bersifat umum, berkembang seiring proses penelitian, fleksibel mengikuti perkembangan proses penelitian.
2. Tujuan
Tujuan penelitian kuantitatif untuk menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi yang bersifat prediktif.
Adapun tujuan penelitian kualitatif yakni menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif, menemukan teori, memperoleh pemahaman makna dan menggambarkan realitas yang kompleks.
3. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian kuantitatif dilakukan dengan cara kuesioner, observasi, dan wawancara terstruktur.
Sedangkan penelitian kualitatif dilakukan dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi.
4. Instrumen Penelitian
Penelitian kuantitatif dilakukan dengan cara tes, angket, wawancara terstruktur, dan instrumen yang telah terstandar.
Adapun penelitian kualitatif peneliti sebagai instrumen, alat perekam, buku, dan lainnya.
5. Dasar Penelitian
Metode Penelitian Kualitatif
Riset dilakukan pada tahap eksploratori (mengembangkan)
Tidak ada instrumen yang terukur
Terpusat pada detail masalah
Mengakses emosi dan perasaan yang kompleks dari responden
Tidak membutuhkan pengujian kuantitatif
Metode Penelitian Kuantitatif
Riset dilakukan untuk melakukan pengujian
Sudah memiliki dasar teori dan konsep yang jelas
Sudah memiliki instrumen yang terstandar
Menyajikan pengujian hipotesis
Mensyaratkan adanya pengujian statistik
Adanya metode penelitian kualitatif maupun kuantitatif dapat memudahkan para mahasiswa semester akhir dalam melakukan penelitian sehingga, mahasiswa dapat mendapatkan data yang konkret serta sesuai fakta yang ada.
Selain itu, mahasiswa juga dapat mengerjakan skripsinya dengan cepat dengan adanya langkah-langkah yang sudah tersedia.(MZM)
