Konten dari Pengguna

Perbuatan yang Menyebut-nyebut Sedekah yang Diiringi Rasa Bangga

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Menyebut-Nyebut Sedekah Diiringi Dengan Rasa Bangga Tidak Akan Mendatangkan Pahala Karena Termasuk Perbuatan, Foto: Unsplash/Aryo Hadi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Menyebut-Nyebut Sedekah Diiringi Dengan Rasa Bangga Tidak Akan Mendatangkan Pahala Karena Termasuk Perbuatan, Foto: Unsplash/Aryo Hadi.

Sedekah adalah salah satu amalan yang dapat mendatangkan pahala. Namun, ada beberapa hal yang dapat menghilangkan pahala tersebut. Menyebut-nyebut sedekah diiringi dengan rasa bangga tidak akan mendatangkan pahala karena termasuk perbuatan riya.

Dikutip dari buku Sedekah: Hidup Berkah Rezeki Melimpah karya Candra Himawan (2013: 18), sedekah memang sangat disukai oleh Allah Swt, karena memberi banyak manfaat bagi yang memberi. Namun, ada beberapa hal yang dapat menghilangkan pahala sedekah.

Istilah Menyebut-nyebut Sedekah yang Diiringi Rasa Bangga

Ilustrasi Menyebut-Nyebut Sedekah Diiringi Dengan Rasa Bangga Tidak Akan Mendatangkan Pahala Karena Termasuk Perbuatan, Foto: Unsplash/simon2579.

Sedekah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa imbalan. Sedekah ini ada banyak macamnya, seperti uang, harta, waktu, dan lain sebagainya. Dengan bersedekah, maka dapat mendatangkan pahala.

Namun, ada beberapa hal yang dapat menghilangkan pahala. Meskipun sedekah yang dilakukan itu banyak. Seperti, menyebut-nyebut sedekah diiringi dengan rasa bangga tidak akan mendatangkan pahala karena termasuk perbuatan riya.

Riya adalah perbuatan atau perilaku yang mencakup memperlihatkan amal baik kepada orang lain dengan tujuan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari mereka, bukan semata-mata karena Allah Swt.

Ini termasuk dalam kategori perbuatan atau perilaku yang tidak dianjurkan dalam Islam karena dapat mengurangi keikhlasan dalam beribadah dan mengurangi nilai pahala dari amal baik yang dilakukan.

Larangan ini termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 264. Allah Swt. berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."

Perbuatan riya ini berbahaya karena merupakan salah satu penyakit hati yang bisa mendatangkan murka Allah Swt. Bahkan perbuatan riya merupakan sikap yang dilaknat oleh Allah Swt. dan termasuk golongan orang munafik. Sebagaimana Q.S. An-Nisa ayat 142 yang artinya:

“Dan apabila mereka (kaum munafik) berdiri mengerjakan shalat, maka mereka berdiri dalam keadaan malas dan riya’ di hadapan manusia dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.”

Baca Juga: Pengertian Syirik Khafi dalam Ajaran Islam

Dapat disimpulkan bahwa menyebut-nyebut sedekah diiringi dengan rasa bangga tidak akan mendatangkan pahala karena termasuk perbuatan riya. Perbuatan riya ini merupakan salah satu penyakit hati yang bisa menjadikan seseorang masuk ke golongan orang munafik. (Umi)