Konten dari Pengguna

Perkara yang Membatalkan Puasa dan Dalilnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Batal Puasa. Foto: dok. https://unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Batal Puasa. Foto: dok. https://unsplash.com

Puasa selama lebih dari 12 jam memang merupakan hal yang tidak mudah. Maka dari itu kita perlu memahami apa saja perkara yang membatalkan puasa agar kita dapat menghindari dan menjauhi hal-hal tersebut selama berpuasa. Berikut ini adalah perkara yang membatalkan puasa lengkap dengan dalil yang membahasnya.

Sederet Perkara yang Membatalkan Puasa yang Wajib Diketahui

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan tiap-tiap umat Islam. Maka dari itu, kita perlu memperhatikan hal penting mengenai puasa Ramadhan, salah satunya hal-hal yang dapat menyebabkan puasa Ramadhan yang kita tunaikan menjadi batal.

Hal ini perlu kita ketahui agar kita dapat menjauhi atau mencegah diri dari batalnya puasa yang menyebabkan puasa kita menjadi tidak sah.

Perkara yang membatalkan puasa ini dipaparkan secara jelas dalam buku berjudul Ilmu Fikih (Refleksi Tentang: Ibadah, Muamalah, Munakahat dan Mawaris) yang disusun oleh Sudarto (2018:63) menyebutkan bahwa perkara yang membatalkan puasa antara lain jima atau bersetubuh, muntah dengan disengaja, haid atau nifas, dibekam, makan dan minum di waktu berpuasa.

Perkara yang membatalkan puasa tersebut juga disebutkan dalam dalil-dalil dalam hadis. Salah satunya adalah muntah yang disengaja, yang merupakan salah satu penyebab batalnya puasa seseorang. Berikut ini adalah sabda Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud tentang muntah yang disengaja dapat membatalkan puasa:

مَنْ ذَرَعَهُ قَىْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ

Artinya: “Barangsiapa yang dipaksa muntah sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada qodho’ baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qodho’.(HR. Abu Daud no. 2380)

Tak hanya itu, dalam hadist lainnya juga disebutkan bahwa haid juga merupakan salah satu perkara yang membatalkan puasa. Hal tersebut tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut ini:

مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ

Artinya: Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’.” (HR. Muslim no. 335)

Masing-masing perkara yang membatalkan puasa tersebut tentu disertai dengan konsekuensi, mulai dari qadha puasa atau mengganti puasanya di hari yang lain hingga kewajiban membayar kafarah yang telah ditentukan.

Dengan memahami apa saja perkara yang membatalkan puasa tersebut dapat membuat kita lebih berhati-hati dalam menjaga keabsahan puasa Ramadhan kita. (DA)