Persamaan Reaksi Kimia Anabolisme dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Reaksi kimia anabolisme merupakan reaksi yang cukup sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Perlu diketahui bahwa persamaan reaksi kimia anabolisme adalah 6CO2 + 6H20 + energi cahaya → C6H1206 + 602.
Reaksi kimia anabolisme sendiri terjadi menyangkut bahan, proses, tempat berlangsung, hingga hasilnya. Di sisi lain, reaksi yang satu ini memiliki beberapa contoh yang ada di lingkungan sekitar.
Persamaan Reaksi Kimia Anabolisme
Dikutip dari Modul Pembelajaran Biologi Kelas XII, Susi Nurul Fitri (2020), anabolisme atau asimilasi maupun sintesis adalah rangkaian proses reaksi kimia yang berkaitan dengan proses penyusunan atau sintesis molekul/senyawa kompleks dari molekul/ senyawa sederhana atau penyusunan zat dari senyawa/molekul sederhana menjadi senyawa yang kompleks.
Proses tersebut berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup. Anabolisme merupakan kebalikan dari katabolisme. Proses anabolisme memerlukan energi, baik energi panas, cahaya, atau energi kimia.
Contoh dari reaksi kimia anabolisme terbagi menjadi dua, yakni fotosintesis dan kemosintesis.
1. Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses pengubahan zat anorganik menjadi organik dengan bantuan cahaya. Persamaan reaksi kimia anabolisme adalah 6CO2 + 6H20 + energi cahaya → C6H1206 + 602.
Senyawa C6H1206 atau glukosa adalah senyawa yang berasal dari karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Dalam pembentukannya, fotosintesis memerlukan energi dari cahaya matahari.
Meski demikian, fotosintesis dapat terjadi tanpa adanya cahaya matahari memanfaatkan klorofil. Akan tetapi, terjadi di stroma.
2. Kemosintesis
Kemosintesis merupakan proses penyusunan atau pembentukan zat organik dengan memanfaatkan sumber energi hasil reaksi kimia.
Pada kemosintesis energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik yang diserap dari lingkungan, seperti sulfur, hydrogen, besi, amonia, nitrit hidrogen sulfida.
Kemosintesis dapat ditemukan pada:
Pembentukan sulfat oleh bakteri sulfur (Thiobacillus, beggiatoa)
Pembentukan nitrat oleh bakteri nitrat dan bakteri nitrit (Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter). Bakteri-bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa tertentu.
Misalnya, bakteri besi memperoleh energi kimia dengan cara oksidasi Fe2+ (Ferro) menjadi Fe3+ (Ferri). Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus memperoleh energi dengan cara mengoksidasi NH3, tepatnya amonium karbonat menjadi asam nitrit dengan reaksi berikut.
(NH4)2CO3 + 3O2 Nitrosomonas dan Nitrosococcus → 2 HNO2 + CO2 + 3H2O + energi
Selain itu, bisa dengan reaksi:
NH3 + 3O2 Nitrosomonas dan Nitrosococcus → 2 HNO2 + 3H2O + energi
Baca Juga: Nama Reaksi Kimia yang Terjadi pada Peristiwa Fermentasi
Itulah penjelasan singkat tentang persamaan reaksi kimia anabolisme adalah dan contohnya. Semoga bermanfaat dan lebih memahami tentang satu ini yang banyak ditemui di lingkungan sekitar. (MZM)
