Profil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Sejarah hingga Visi Misi

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah partai politik yang dekat dengan warga Nahdlatul Ulama. Hal ini disebabkan profil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sejarah kelahirannya tak lepas dari masyarakat dan ulama Nahdiyin.
Selain itu, kelahiran dari PKB sangat erat dengan sosok Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan Gus Dur. Proses kelahiran inipun menempuh perjalanan sangat panjang hingga dapat berdiri pada masa reformasi.
Profil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Sejarah
Profil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bisa dikenal mulai dari sejarahnya. Dikutip dari laman pkb.id, sejarah PKB dimulai pada tanggal 23 Juli 1998 oleh para kiai dari NU, seperti Abdurrahman Wahid, Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Mustofa Bisri, dan A. Muchith Muzadi.
Hal ini bermula ketika Presiden Soeharto lengser pada tanggal 21 Mei 1998 akibat desakan massa dan menjadi lahirnya era reformasi. Sehari setelah peristiwa tersebut, warga NU mengusulkan PBNU membentuk partai politik.
Namun PBNU sangat berhati-hati dalam menyikapi usulan tersebut. Sebab seperti Muktamar NU ke-27 di Situbondo pada tahun 1984 ditegaskan bahwa NU tidak terkait dengan partai politik manapun dan tidak melakukan kegiatan politik praktis.
Pada akhirnya, tanggal 2 Juni 1998 PBNU mengadakan rapat harian syuriyah dan tanfidziyah yang menghasilkan Tim Lima untuk memenuhi aspirasi NU yang diketuai Ma’ruf Amin dengan anggota M. Dawam Anwar, Said Aqil Siradj, Rozy Munir, dan Ahmad Bagdja.
Selain itu, dibentuk pula Tim Asistensi yang diketuai oleh Arifin Djunaedi yang menjabat sebagai Wakil Sekjen PBNU.
Singkat cerita, Tim Lima dan Tim Asistensi menyusun rancangan awal pembentukan parpol pada 26028 Juni 1998. Kendati demikian, rencana pembentukan parpol sempat menuai kontra dari internal NU yang disuarakan Gus Dur.
Beliau khawatir pembentukan parpol oleh NU memberi kesan agama dan politik. Namun di akhir Juni 1998, sikap Gus Dur mulai mengendur dan bersedia menginisiasi parpol berbasis ahlussunnah wa jamaah.
Kepemimpinan PKB
Sejak berdiri, baru terjadi pergantian ketua umum sebanyak 3 kali dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua umum pertama dijabat oleh Matori Abdul Djalil selama 3 tahun dari 23 Juli 1998 hingga 15 Agustus 2001.
Kemudian, kepemimpinan diganti oleh Alwi Shihab yang memimpin dari tanggal 15 Agustus 2001 hingga 25 Mei 2005. Terakhir, kepemimpinan PKB dijabat oleh Muhaimin Iskandar yang menjabat sejak 25 Mei 2005 hingga sekarang.
Visi Misi PKB
Ada visi misi dari PKB yang perlu diketahui. Berikut penjelasannya.
Visi
Mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945;
Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara lahir dan batin, material dan spiritual;
Mewujudkan tatanan politik nasional yang demokratis, terbuka, bersih dan berakhlakul karimah.
Misi
Bidang Ekonomi: menegakkan dan mengembangkan kehidupan ekonomi kerakyatan yang adil dan demokratis;
Bidang Hukum: berusaha menegakkan dan mengembangkan negara hukum yang beradab, mampu mengayomi seluruh rakyat, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, dan berkeadilan sosial;
Bidang Sosial Budaya: berusaha membangun budaya yang maju dan modern dengan tetap memelihara jati diri bangsa yang baik demi meningkatkan harkat dan martabat bangsa;
Bidang Pendidikan: berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia, mandiri, terampil, profesional dan kritis terhadap lingkungan sosial di sekitarnya, mengusahakan terwujudnya sistem pendidikan nasional yang berorientasi kerakyatan, murah dan berkesinambungan;
Bidang Pertahanan: membangun kesadaran setiap warga negara terhadap kewajiban untuk turut serta dalam usaha pertahanan negara; mendorong terwujudnya swabela masyarakat terhadap perlakuan-perlakuan yang menimbulkan rasa tidak aman, baik yang datang dari pribadi-pribadi maupun institusi tertentu dalam masyarakat.
Struktur Organisasi PKB untuk Pemilu 2024
Struktur organisasi atau pengurus PKB di tahun 2024 juga bisa dipelajari. Berikut susunannya.
Ketua Umum DPP PKB: Muhammad Iskandar
Sekretaris Jenderal DPP PKB: M. Hasanuddin Wahid
Bendahara Umum DPP PKB: Nur Yasin
Baca Juga: 4 Perbedaan Pemilu 2019 dan 2024 di Indonesia
Demikianlah penjelasan singkat dari profil Partai Kebangkitan Bangsa dari sejarah hingga struktur organisasi. Semoga penjelasan di atas bermanfaat.(MZM)
