Propaganda Semboyan 3A Jepang

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dahulu Indonesia pernah dijajah oleh beberapa bangsa, salah satunya adalah bangsa Jepang. Pada saat Jepang menduduki Indonesia, Jepang menggunakan semboyan 3A demi mendapatkan simpati rakyat Indonesia. Jelaskan propaganda semboyan 3A Jepang!
Propaganda semboyan 3A Jepang wajib untuk dipelajari agar generasi masa kini mengetahui sejarah bangsa Indonesia. Dengan demikian, para generasi penerus bangsa bisa lebih menghargai perjuangan para pahlawan terdahulu.
Jelaskan Propaganda Semboyan 3A!
Jepang menjajah Indonesia selama sekitar 3,5 tahun. Selama periode itu, Jepang menyebabkan banyak sekali penderitaan bagi rakyat Indonesia. Oleh karena itu, semua rakyat Indonesia yang hidup dalam masa damai harus mengetahui sejarah penjajahan yang dialami bangsa Indonesia.
Dikutip dari Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Kelas IX SMP, Saraswati dan Widaningsih (2008:11), kemenangan Jepang atas Rusia di tahun 1904-1905 membuat bangsa-bangsa Asia terkesan. Rakyat Indonesia juga merasa terkesan dengan kemenangan tersebut.
Saat Jepang tiba di Indonesia, Jepang mengaku sebagai Saudara Tua yang ingin memperbaiki nasib bangsa Indonesia dan akan membantu membebaskan Indonesia dari kekuasaan Belanda.
Pada saat itu, Jepang mengeluarkan propaganda yang menyatakan bahwa mereka mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia. Propaganda tersebut disiarkan di stasiun radio Nippon Hoso Kyoku dan diawali dengan lagu Indonesia Raya. Rakyat Indonesia juga diizinkan untuk mengibarkan bendera merah putih.
Dinas propaganda Sendenbu memberikan saran agar rakyat Indonesia mendukung saudara tua untuk memenangkan perang suci dan membangun kemakmuran bersama di Asia Timur Raya. Salah satu dari propaganda tersebut adalah semboyan 3A. Jelaskan propaganda semboyan 3A Jepang!
Isi semboyan 3A adalah sebagai berikut:
Nippon Cahaya Asia
Nippon Pemimpin Asia
Nippon Pelindung Asia
Pada 20 Maret 1942, Jepang melarang bendera merah putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya juga dilarang untuk dinyanyikan. Para pejuang memiliki beberapa cara untuk menghadapi penjajahan Jepang. Cara tersebut antara lain adalah:
Kooperatif atau dengan kata lain bekerja sama dengan pemerintah Jepang, namun sambil terus berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh yang menggunakan cara ini adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan beberapa tokoh lain.
Nonkooperatif atau tidak bekerja sama dengan pemerintah Jepang dengan cara gerakan sembunyi-sembunyi. Tokoh yang menggunakan cara ini adalah Syahrir, dan tokoh lainnya.
Baca juga: Kondisi Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang
Itulah jawaban dari soal: “Jelaskan propaganda semboyan 3A!”. Jangan malas untuk mempelajari sejarah bangsa. (KRIS)
