Proses Mekanisme Hormonal Pertebal dan Pertahankan Ketebalan Dinding Endometrium

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada tubuh wanita, terdapat proses dan mekanisme hormonal untuk mempertebal dan mempertahankan ketebalan dinding endometrium. Endometrium adalah lapisan dalam rahim (uterus) yang mengalami perubahan siklik selama siklus menstruasi pada wanita.
Endometrium terdiri dari jaringan yang kaya akan pembuluh darah, kelenjar, dan sel-sel epitel. Fungsi utama endometrium adalah menyediakan lingkungan yang cocok untuk menerima dan menanamkan embrio jika terjadi pembuahan.
Mekanisme Hormonal untuk Mempertebal dan Mempertahankan Ketebalan Dinding Endometrium Wanita
Setiap bulan, endometrium mengalami siklus proliferasi (pertumbuhan) dan siklus sekresi (persiapan untuk implantasi embrio). Jika tidak ada pembuahan, endometrium mengalami pengelupasan dan dieliminasi dalam bentuk menstruasi.
Tahap penebalan endometrium memiliki fungsi penting dalam siklus menstruasi. Selain itu juga sebagai tahap persiapan untuk menerima dan menanamkan embrio jika terjadi pembuahan.
Mekanisme hormonal untuk mempertebal dan mempertahankan ketebalan dinding endometrium melibatkan interaksi antara hormon estrogen dan progesteron dalam siklus menstruasi. Berikut penjelasannya.
Fase Proliferasi
Pada awal siklus menstruasi, kadar hormon estrogen mulai meningkat.
Estrogen merangsang pertumbuhan dan proliferasi sel-sel endometrium.
Proses ini mengarah pada peningkatan ketebalan dinding endometrium.
Ovulasi
Pada pertengahan siklus menstruasi, terjadi pelepasan telur (ovulasi) dari ovarium.
Setelah ovulasi, folikel yang pecah berubah menjadi struktur yang dikenal sebagai korpus luteum.
Fase Sekresi
Setelah ovulasi, korpus luteum memproduksi hormon progesteron.
Progesteron mempengaruhi endometrium untuk mempersiapkan diri menerima dan menanamkan embrio jika terjadi pembuahan.
Hormon progesteron merangsang pembesaran dan penebalan endometrium, serta meningkatkan pembuluh darah dan kelenjar di dalamnya.
Jika pembuahan tidak terjadi, korpus luteum akan menurun dan produksi progesteron akan menurun, memicu terjadinya menstruasi.
Menstruasi
Penurunan kadar estrogen dan progesteron yang terjadi akibat penurunan aktivitas korpus luteum mempengaruhi endometrium.
Tanpa hormon progesteron yang cukup, lapisan endometrium mulai mengalami pengelupasan dan terjadi menstruasi.
Proses ini menghasilkan pelepasan dan pembuangan dinding endometrium yang tidak dibutuhkan melalui menstruasi.
Berdasarkan buku Kesehatan Perempuan dan Perencanaan Keluarga, Yulianti Anwar, Sri Purwiningsih, Meilin Anggreyni, Fitri Arni HR, dkk, Media Sains Indonesia, 2022, mekanisme ini penting untuk memastikan kesiapan endometrium jika terjadi pembuahan.
Jika pembuahan terjadi, produksi hormon progesteron akan terus berlanjut, endometrium akan tetap tebal untuk mendukung perkembangan janin. Sebaliknya, jika tidak ada pembuahan, siklus menstruasi akan dimulai kembali.
Baca Juga: Istilah Proses Berhentinya Siklus Menstruasi pada Wanita Usia Lanjut
Itu tadi penjelasan proses dan mekanisme hormonal untuk mempertebal dan mempertahankan ketebalan dinding endometrium. Penebalan endometrium adalah bagian penting untuk mempersiapkan rahim dalam menerima dan mendukung kehamilan. (DNR)
