Proses Membatik dalam Pembuatan Karya Tekstil

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan proses membatik dalam pembuatan karya tekstil. Kegiatan ini membutuhkan tahap-tahap yang tepat agar dapat menghasilkan karya yang berkualitas.
Batik tidak hanya digunakan untuk pakaian, melainkan juga berbagai atribut lain. Misalnya, seperti taplak meja, gorden, tas, dan lain sebagainya. Proses pembuatan batik melibatkan aspek-aspek, seperti alat, bahan, dan teknik yang tepat.
Alat dan Bahan Membatik
Jelaskan proses membatik yang tepat! Mengutip buku Perlindungan Hukum Seni batik Tradisional, Afrillyanna Purba (2023), batik merupakan karya seni asli Indonesia yang telah mendunia.
Batik diartikan sebagai titik-titik yang dituliskan di kain lebar, hingga membentuk suatu corak atau gambar. Alat dan bahan membatik cukup beraneka ragam. Beberapa benda yang perlu disiapkan yakni sebagai berikut:
Kain mori
Bak/ember
Zat pewarna
Malam
Canting
Kompor
Wajan
Saringan
Gawangan
Panduan Proses Membatik
Proses membatik harus dilakukan secara berurutan. Adapun tahapannya yaitu sebagai berikut:
Cuci bersih kain mori, lalu dikanji untuk mempermudah pelepasan malam (melorod).
Gambar motif pada kain dengan cara menjiplak. Jika ingin membuat batik tulis, gambarlah desain di atas kain mori sesuai pola yang diinginkan.
Langkah berikutnya yakni panaskan malam atau lilin di wajan hingga mencair sempurna.
Celupkan canting ke dalam wajan berisi malam yang telah cair selama 3 detik. Tujuannya ahar suhu pada canting bisa lebih sesuai.
Kemudian, mulailah mencanting dengan cara menggoreskan malam cair pada kain yang ingin digambar.
Pegang canting layaknya sedang memegang pensil, tetapi posisi pucuknya sedikit mendongak ke atas agar tidak menetes-netes.
Selanjutnya, warnai pola yang masih kosong dengan berbagai ornamen.
Lakukan nembok atau blok bagian kain yang tidak ingin terkena warna.
Lalu, warnai kain batik dengan teknik celup dan colet.
Celup kain, lalu tiriskan agar warnanya dapat meresap lebih maksimal.
Lakukan melorod atau menghilangkan malam pada kain usai mewarnainya.
Kain direbus ke dalam air mendidih hingga malam lepas, sehingga memunculkan motif yang sesuai gambar.
Cuci kain batik menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa malam yang masih melekat.
Jemurlah kain, tetapi pastikan agar tidak terkena panas sinar matahari secara langsung.
Baca juga: Proses Pemberian Isian pada Motif Batik dan Urutan Membuatnya
Itulah jawaban dari pertanyaan jelaskan proses membatik. Dengan menerapkan cara di atas, maka batik yang dibuat memiliki tampilan yang indah. (DLA)
