Proses Pencarian Jati Diri yang Terjadi pada Masa Remaja Pubertas

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada masa remaja setiap manusia pasti mengalami yang namanya masa pubertas. Masa ini merupakan bagian dari pertumbuhan baik secara fisik maupun secara mental. Pada masa remaja anak akan menghabiskan banyak waktu untuk menemukan identitas mereka. Berkaitan hal tersebut kali ini akan dibahas terkait dengan jawaban dari pertanyaan jelaskan tentang pencarian jati diri remaja pada masa pubertas.
Baca juga: Tiga Perubahan Tingkah Laku pada Masa Pubertas
Pengertian Masa Pubertas
Dikutip dari buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas VI karya Tim Tunas Karya Guru, (Penerbit Duta) dijelaskan bahwa masa pubertas atau akil baligh merupakan bagian dari perkembangan manusia. Masa pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, sikap/perilaku, dan pematangan organ reproduksi. Anak yang memasuki masa pubertas berarti anak tersebut memasuki tahap remaja.
Biasanya, masa pubertas dimulai sejak usia 9-14 tahun. Masa pubertas berakhir menjelang usia 20 tahun, ditandai berhentinya pertambahan tinggi badan. Selama masa pubertas, manusia mengalami pertumbuhan yang sangat cepat yang disertai perubahan sikap atau perilaku. Dibandingkan pada laki-laki, masa pubertas pada anak perempuan terjadi lebih cepat.
Jelaskan Tentang Pencarian Jati Diri Remaja Pada Masa Pubertas! Ini Jawabannya
Pencarian identitas diri pada masa remaja pubertas merupakan hal yang umum terjadi. Hal ini disebabkan karena kebingungan anak dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirinya, baik itu berupa perubahan fisik, psikis, kognitif, dan sosial. Kebingungan karena perubahan-perubahan inilah yang memicu munculnya krisis identitas pada remaja.
Hingga pada akhirnya remaja akan menanyakan pada diri mereka sendiri terkait masa depan mereka seperti apa. Dan akhirnya remaja akan mencoba untuk keluar dari krisis tersebut dengan melakukan pencarian sebenarnya siapa mereka. Dalam proses pencarian identitas ini remaja cenderung mencoba hal-hal baru untuk mengetahui apakah dia suka atau tidak dan apakah hal tersebut sesuai dengan keinginannya atau tidak.
Hal tersebut membuat anak menjadi seperti pemberontak karena merupakan salah satu cara untuk menunjukkan pemisahan dari orang tua dan figur otoritas lainnya. Anaka akan cenderung untuk menegaskan dirinya dan menunjukkan bahwa dia bisa mengambil keputusan sendiri.
Yang perlu diwaspadai oleh orang tua ketika anak memasuki masa pubertas dan sedang mencari jati dirinya adalah terjebak ke dalam lingkungan yang salah. Orang tua harus tau lingkungan seperti apa yang menjadi tempat anak bermain dan bersosialisasi.
Demikian adalah pembahasan mengenai pertanyaan jelaskan tentang pencarian jati diri remaja pada masa pubertas. (WWN)
