Proses Penciptaan Nabi Adam a.s dalam Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses penciptaan Nabi Adam a.s telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadist untuk dipelajari oleh umat manusia. Seperti yang diketahui, Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah SWT dan sekaligus menjadi manusia pertama yang turun ke bumi.
Allah menciptakan Nabi Adam menggunakan tangan-Nya sendiri agar iblis tidak congkak kepada Adam. Nabi Adam diciptakan dengan tanah yang diambil dari Bumi yang berwarna putih, merah, dan hitam. Lalu, bagaimana proses penciptaannya?
Proses Penciptaan Nabi Adam a.s
Mengutip buku Kisah Nabi Adam AS, Tim Divaro (2013), proses penciptaan Nabi Adam a.s menggunakan tanah yang terdiri dari berbagai macam warna. Oleh karena itu, keturunan Nabi Adam lahir dalam kondisi yang berbeda-beda. Adapun proses penciptaannya dijelaskan dalam ajaran Islam, yakni sebagai berikut.
1. Nabi Adam Diciptakan dari Tanah
Allah Swt. menciptakan Nabi Adam dari tanah. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut.
Artinya: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah," (QS. Surat Al Shad ayat 71).
2. Peniupan Ruh
Saat tiba waktunya, Allah Swt. meniupkan ruh ke dalam tubuh Nabi Adam. Allah Swt. berfirman dalam ayat berikut.
"Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya,” (Surat Al Shad ayat 72).
3. Ruh Memasuki Kepala
Usai ruh Nabi Adam mulai masuk dari kepala, beliau bersin secara tiba-tiba. Kemudian, malaikat mengucapkan syukur Alhamdulillah yang maknanya segala puji bagi Allah, Nabi Adam juga turut mengucapkan Alhamdulilah.
Hal ini tertuang dalam hadits berikut.
Rasulullah SAW bersabda: "Setelah Allah meniupkan ruh ke dalam jasad Adam hingga ketika ruh itu sampai di kepalanya, Adam pun bersin dan mengucapkan: 'Alhamdulillahi Rabbil 'alamin (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), Allah Tabaraka wa Ta'ala menjawab: 'Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu)" (HR Ibnu Hibban).
4. Ruh Masuk ke Mata
Ketika ruh Nabi Adam masuk ke matanya, beliau menatap buah-buahan yang terdapat di surga. Usai ruh masuk ke perutnya, Nabi Adam mulai merasakan lapar dan ingin makan.
Bahkan, Nabi Adam sudah meloncat terlebih dahulu sebelum ruhnya tiba di kaki karena ingin segera mendekati buah-buahan di surga. Allah Swt. berfirman sebagai berikut.
Artinya: "Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku periihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera," (Surat Al Anbiya ayat 37)
Baca juga: Berapa Tinggi Nabi Adam AS yang Sebenarnya? Ini Penjelasannya
Itulah proses penciptaan Nabi Adam a.s dalam ajaran Islam. Menurut sejarah, Nabi Adam diciptakan setinggi 60 hasta yang jika dikonversi ke dalam ukuran meter, maka sekitar 27,4320 meter. (DLA)
