Konten dari Pengguna

Proses Terbentuknya Alam Semesta Menurut Ajaran Agama Hindu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Proses Terbentuknya Alam Semesta Menurut Ajaran Agama Hindu. Sumber: Unsplash/Kharl Anthony Paica
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Proses Terbentuknya Alam Semesta Menurut Ajaran Agama Hindu. Sumber: Unsplash/Kharl Anthony Paica

Proses terbentuknya alam semesta menurut ajaran agama Hindu adalah secara bertahap dan berevolusi. Hal yang berkaitan dengan alam semesta menurut ajaran Hindu dipelajari dalam kosmologi Hindu.

Pada kosmologi Hindu, alam semesta dibangun dengan menggunakan lima unsur. Unsur-unsur itu disebut sebagai Panca Maha Bhuta.

Memahami Proses Terbentuknya Alam Semesta Menurut Ajaran Agama Hindu

Ilustrasi untuk Proses Terbentuknya Alam Semesta Menurut Ajaran Agama Hindu. Sumber: Unsplash/Nick Fewings

Mengutip dari Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi, Purnomo (2021:8), kosmologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari alam semesta. Dalam agama Hindu, kosmologi dapat disejajarkan dengan istilah Virat vidya.

Kosmologi hindu merupakan pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan alam semesta. Pada ajaran kosmologi Hindu, alam semesta dibangun dari lima unsur sebagai berikut.

  • tanah (zat padat)

  • air (zat cair)

  • udara (zat gas)

  • api

  • eter (akasa)

Proses terbentuknya alam semesta menurut ajaran agama Hindu adalah secara bertahap dan berevolusi. Dalam kitab Upanisad, penciptaan alam semesta diibaratkan seperti laba-laba yang memintal benangnya secara bertahap, demikian pula Brahman menciptakan alam semesta secara bertahap.

  1. Pada mulanya, Brahman menciptakan alam semesta dengan tapa. Tapa tersebut membuat Brahman memancarkan panas. Setelah menciptakan, Brahman melebur dan menyatu ke dalam ciptaannya.

  2. Berdasarkan kitab Purana, Brahmanda tercipta pada awal proses penciptaan. Selain itu, terbentuk juga Purusa dan Prakerti. Kedua kekuatan tersebut bertemu sehingga tercipta alam semesta.

  3. Tahap tersebut terjadi secara berangsur-angsur, bukan sekaligus. Awalnya, yang muncul adalah Citta yang mulai terpengaruh dengan keinginan Triguna, yakni Sattwam, Rajas, dan Tamas.

  4. Selanjutnya, terbentuk Triantahkarana yang terdiri atas Buddhi (naluri), Manah (akal pikiran), dan Ahamkara (rasa keakuan). Setelah itu, muncul Pancabuddhindria dan Pancakarmendria yang juga disebut sebagai Dasendria (sepuluh indria).

  5. Kemudian, sepuluh indria tersebut berevolusi dan menjadi Pancatanmatra, yakni lima benih unsur alam semesta berikut Sabdatanmatra (benih suara), rupatanmatra (benih penglihatan), rasatanmatra (benih perasa), gandhatanmatra (benih penciuman), dan sparsatanmatra (benih peraba).

  6. Pancatanmatra kemudian berevolusi menjadi unsur benda materi yang nyata. Unsur-unsur itu disebut Pancamahabhuta (lima unsur zat alam). Kelima unsur itu adalah pertiwi (zat padat, tanah, logam), apah (zat cair), teja (plasma, api), bayu (zat gas, udara), dan akasa (eter).

Baca juga: Mengenal Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia Lengkap dengan Peninggalannya

Jadi, proses terbentuknya alam semesta menurut ajaran agama Hindu adalah secara bertahap dan berevolusi. Selamat belajar! (KRIS)